BADUNG, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten Badung mematangkan rencana percepatan pembangunan infrastruktur strategis melalui skema pembiayaan inovatif.
Pemkab Badung tengah menjajaki pengajuan pinjaman daerah tahap kedua kepada PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI) untuk mendukung proyek prioritas yang ditargetkan berjalan pada 2027.
Rencana tersebut dibahas langsung Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama jajaran manajemen PT SMI di Rumah Jabatan Bupati, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (27/8/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Sekda Badung IB Surya Suamba, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Luh Suryaniti, Asisten Perekonomian dan Pembangunan I Made Agus Aryawan, kepala OPD terkait, Kepala Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Adri Asmoro L.P., Fiscal & Project Analyst/Senior Manager Divisi Pembiayaan Sektor Publik Satria Pramata, serta Relationship Manager Elia Benny.
Bupati Adi Arnawa menyatakan, pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi terkait pembiayaan pembangunan infrastruktur publik di Badung.
“Pertemuan ini menjadi wadah penting untuk membangun komunikasi dan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Badung dengan PT SMI. Kami ingin memastikan kebutuhan pembangunan infrastruktur strategis dapat direncanakan secara matang, baik dari sisi teknis maupun skema pembiayaannya,” ujar Adi Arnawa.
Salah satu agenda utama Pemkab Badung adalah melanjutkan tembusan Jalan Gatot Subroto (Gatsu) Barat menuju kawasan Canggu. Mengingat jalur di Banjar Batu Culung, Kerobokan Kaja, sangat padat permukiman, Pemkab Badung mengkaji opsi pembangunan jalan bawah tanah (underpass) untuk menghindari konflik sosial akibat pembebasan lahan.
“Untuk menghindari akses sosial di sepanjang Gatot Subroto Barat yang pemukimannya sangat padat, tidak menutup kemungkinan kami akan membuat jalan di bawah tanah (underpass) menuju Canggu dan sekitar,” tegas Adi Arnawa.
Selain infrastruktur jalan, meningkatnya mobilitas pariwisata di koridor Gatsu-Canggu-Munggu membuat Pemkab Badung menyiapkan opsi jalan berbayar elektronik atau Electronic Road Pricing (ERP).
Opsi tersebut dirancang untuk mengendalikan lalu lintas sekaligus menjadi skema pembiayaan mandiri (yield capture). Dalam skema ini, retribusi ERP akan digunakan kembali untuk mendukung pengembalian pinjaman infrastruktur.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemkab Badung juga menjajaki keterlibatan BUMD untuk mengelola jalur express berbayar tersebut, sementara jalan eksisting yang digunakan masyarakat tetap digratiskan.
Tak hanya itu, Bupati Adi Arnawa juga membeberkan visi pembangunan Stadion Internasional Multiguna berskala besar melalui skema sponsorship dan investasi swasta agar tidak sepenuhnya membebani APBD.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Divisi Pembiayaan Publik PT SMI Adri Asmoro menyatakan keterbukaan untuk mendiskusikan skema yang sesuai dengan kapasitas fiskal daerah Badung yang dinilai kuat seiring pemulihan investasi.
“Kami melihat Kabupaten Badung memiliki kebutuhan infrastruktur yang cukup besar seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan aktivitas pariwisata. PT SMI terbuka untuk mendiskusikan skema pembiayaan yang sesuai dengan karakter proyek, kemampuan fiskal daerah, serta prinsip kehati-hatian dalam pembiayaan publik,” kata Adri Asmoro.
PT SMI selanjutnya meminta Pemkab Badung melakukan pematangan kajian teknis, regulasi, dan kelayakan investasi sebelum masuk ke tahapan pelaksanaan.
Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan



