TABANAN, balipuspanews.com – Festival Imlek 2577 Kongzili dan Cap Go Meh di Kabupaten Tabanan dipadati ribuan warga yang memadati Jalan Gajah Mada hingga menuju Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana. Kegiatan ini menghadirkan parade dan pentas seni budaya Nusantara yang mencerminkan keberagaman serta keharmonisan masyarakat.
Festival tersebut dibuka langsung oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. Penampilan budaya warga Tionghoa dipadukan dengan berbagai kesenian lintas etnis, suku, dan agama sehingga menghadirkan nuansa kebersamaan yang selaras dan harmonis.
Suasana meriah penuh warna menjadi potret nyata keberagaman yang hidup berdampingan di Bumi Lumbung Pangan Bali. Rangkaian kegiatan diawali dari Vihara Dharma Catta/Kong Co Bio Tabanan. Bupati Sanjaya memimpin langsung pelepasan parade yang ditandai dengan pemukulan tambur.
Ratusan peserta defile kemudian memadati Jalan Gajah Mada dengan berbagai atraksi budaya, mulai dari pembawa spanduk, bendera Merah Putih, drumband, hingga iring-iringan Pelangi Harmoni enam agama dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tabanan.
Berbagai komunitas budaya dan kesenian turut memeriahkan parade, di antaranya Paguyuban Sunda, Paguyuban Flobamora, Hadrah Tunggal Sari, drumband SD Immaculata Tabanan, iring-iringan Barong Landung, Barong Bangkung, barongsai, hingga beragam cosplay yang menambah semarak perjalanan menuju panggung utama di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana.
Di lokasi utama acara, berbagai penampilan seni juga ditampilkan, di antaranya Tari Kebesaran Jayaning Singasana AUM, pertunjukan angklung, pagelaran tari dan suara moderasi beragama “Padma Samarasya” oleh Koor WKRI, pertunjukan Wushu Tabanan, Tari Imlek “Yingjie Huanxi Nian Zhen Xingfu” dari Tim Angkasa Raya, fragment tari lokal, hiburan bondres, serta penampilan band Yan Srikandi.
Sejumlah tamu undangan turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ida Tjokorda Anglurah Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan, anggota DPRD Provinsi Bali atau yang mewakili, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Danrindam IX/Udayana atau yang mewakili, Ketua FKUB Kabupaten Tabanan, Sekda, para asisten dan kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, Kepala Kantor Kementerian Agama Tabanan, para perbekel, bendesa adat, hingga tokoh masyarakat setempat.
Bupati Sanjaya menegaskan, festival ini menjadi bukti nyata keharmonisan masyarakat Tabanan yang hidup dalam keberagaman.
“Sangat luar biasa. Dari awal kita mengikuti parade dan menyaksikan kesenian nusantara yang sangat mempesona. Ini membuktikan bahwa tidak salah Kementerian Agama mempredikatkan Tabanan sebagai kota harmoni di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Sebelum acara puncak, Sanjaya didampingi Wakil Bupati Dirga dan salah satu anggota DPRD Tabanan juga melakukan demo memasak nasi goreng yang kemudian dibagikan kepada warga yang hadir.
Menurut Sanjaya, kegiatan tersebut menjadi simbol toleransi antarumat beragama. Ia mengibaratkan keberagaman masyarakat seperti bahan-bahan nasi goreng yang dipadukan menjadi satu hidangan.
“Memasak nasi goreng itu semua bahannya dicampur. Ada nasi, garam, telur, dan sayur. Kalau semuanya bersatu rasanya jadi enak. Begitu juga dengan harmoni di Tabanan. Jika kita bersatu hasilnya pasti baik,” ujarnya.
Ia menambahkan, tugas pemerintah adalah memastikan seluruh masyarakat merasa dilindungi dan dihargai dalam keberagaman sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai, dan harmonis.
“Di mana kaki dipijak, di situ langit dijunjung. Kita semua bersaudara. Tugas saya sebagai Bupati adalah mengayomi semua umat agar hidup rukun dan damai. Inilah yang disebut harmoni,” imbuh politisi asal Dauh Pala tersebut.
Sementara itu, Ketua Panitia Liem Surya Adinata dalam laporannya menyampaikan bahwa Festival Imlek dan Cap Go Meh telah tiga kali digelar secara berturut-turut di Tabanan sebagai bukti komitmen daerah dalam menjaga toleransi dan keharmonisan.
“Festival ini bukan hanya tradisi milik warga Tionghoa, tetapi milik kita semua. Sesuai tema tahun ini, Harmoni Imlek Nusantara, ini adalah wujud nyata keragaman budaya yang kita miliki. Mari jadikan momentum ini untuk semakin mempererat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa,” ujarnya.
Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan



