BULELENG, balipuspanews.com – Imbas virus corona atau Covid-19 memang membawa dampak yang cukup besar disetiap bidang termasuk dunia seni tari. Sejak virus ini memasuki pulau dewata beberapa seniman yang bergelut di bidang seni juga terkena dampak. Komang Widya Sekar Dewi (21) yang merupakan salah seorang penari joged bumbung asal Desa Tamblang ini sudah sejak 3 bulan lalu sepi job untuk menari.
“sejak ada covid ini beberapa bokingan untuk menari batal dan sekarang sepi,” jelasnya Jumat (5/6/2020).
Widya yang kini berstatus mahasiswa tingkat akhir di Salah satu perguruan tinggi di Singaraja ini memang sudah melakoni melakoni dunia tari sejak kelas 5 sekolah dasar. Setiap melakukan tarian joged dirinya selalu menjaga agar tariannya tidak mengandung gerakan porno, sehingga joged yang tadinya dicap negatif oleh masyarakat setalah dirinya menarikan persepsi tersebut berubah jadi positif
Penari joged yang terus memperjuangkan tarian joged asli bali yang tidak porno tersebut kini hanya membantu sang adik berjualan online untuk tambahan bekalnya. Dirinya yang mengaku dalam sekali menari mendapat upah 300 ribu itu, biasanya dalam seminggu bisa mendapatkan 4 sampai 5 job menari dan melatih menari kini sama sekali tidak ada penghasilan tambahan.
Meski begitu dirinya berharap semua akan cepat normal kembali, sehingga bisa menambah uang sakunya untuk kuliah, “benar benar sepi, sekarang paling bantu adik jualan biar ada tambahan bekal” tambahnya.
Gadis cantik yang sudah menekuni profesinya sebagai seorang penari kurang lebih selama 9 tahun itu dengan beberapa prestasi yang pernah diraih, kini sangat merindukan untuk menari kembali dari panggung ke panggung seperti sebelum covid menyerang, selain itu untuk tetap menjaga agar tetap lincah menari dirinya selalu berlatih dirumahnya.
” ya kalau bilang rindu pastinya tapi saat ini paling habis bantu adik dan kuliah online, saya latihan dikit biar sedikit terobati,” tutupnya
Penulis/Editor : Nyoman Darma/Artayasa



