Dandim Buleleng Kecewa, Oknum Masyarakat Gelar Tajen Saat PPKM

Tim Yustisi saat memberikan sanksi penyelenggara tajen di Desa Kayuputih

BULELENG, balipuspanews.com – Ditengah gencarnya pemerintah melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan dan menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak pandemi Covid-19 dengan harapan agar semua segera bisa kembali normal. Salah satu warga berinisial KBA asal Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Buleleng malah nekat mengadakan tajen dan menimbulkan kerumunan di Banjar Dinas Buana Sari, Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Rabu (28/7/2021) sekitar pukul 13.45 Wita.

 

Dandim 1609/Buleleng, Letkol Inf Muhammad Windra Lisrianto, SE.,M.I.K. yang memimpin langsung penggerebekan tersebut menyampaikan rasa kekecewaan yang begitu besar terhadap penyelengara tajen tersebut. Sebab dirinya menilai disaat pemerintah sedang gencar-gencarnya melakukan tahapan-tahapan agar angka penyebaran Covid-19 menurun, sementara ada saja oknum masyarakat yang nekat menyelenggarakan kegiatan tanpa menerapkan protokol kesehatan dan menimbulkan kerumunan.

Baca Juga :  Kejahatan Jalanan Meningkat di Badung, Kapolres Kerahkan Personil

 

“Tentu ini sangat kontra produktif dan sangat mengecewakan apa yang dikerjakan oleh oknum-oknum pelaku penyelenggara tajen ini karena saat ini konfirmasi kenaikan kasus covid-19 sedang tinggi-tingginya, sementara kita terus berupaya untuk membatasi, mencegah penyebaran covid-19 ini,” jelasnya saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (28/7/2021) sore.

 

Kemudian terkait penindakan telah dilakukan Satpol PP serta sudah memberikan sanksi sesuai ketentuan, sebab dikatakan yang bersangkutan telah melakukan kegiatan menyebabkan kerumunan tanpa protokol kesehatan. Sehingga hal itu sudah jelas mengakibatkan tindakan administrasi dan diberikan denda oleh Satpol PP Kabupaten Buleleng.

 

Lebih lanjut, setelah melaksanakan penindakan dilokasi dan pemberian sanksi administrasi Tim Yustisi kemudian membawa para penyelenggara ke Kantor Camat Sukasada untu diberikan sanksi tambahan berupa memakai baju kesehatan selama kurang lebih 2 jam. Sesudah itu penyelenggara bersama semua barang bukti diantaranya Tas Tempat ayam sebanyak 9 buah dan 2 ekor ayam diserahkan ke pihak berwajib guna mendapat tindakan lebih lanjut.

Baca Juga :  Diduga Kecanduan Judi Online, Pria Ini Gasak ATM Temannya

 

“Saat dapat laporan kami langsung terjun dan benar ada kegiatan tersebut lalu kami bubarkan dan penyelenggaranya diamankan kekantor kecamatan sehabis itu diserahkan ke Polsek Sukasada,” imbuhnya.

 

Tak hanya itu, Dandim juga berharap setelah kejadian tersebut tidak ada lagi masyarakat yang nekat berbuat hal yang sama, mengingat saat ini pemerintah sudah berjuang semaksimal mungkin serta telah memberikan bantuan kepada masyarakat. Tentu hal itu tidak lain agar masyarakat dapat melewati masa krisis seperti saat ini secara bersama-sama.

 

“Harapan saya marilah masyarakat itu sama-sama kita bekerjasama, bahu-membahu, dan mengerti kemudian berupaya semaksimal mungkin sebagai warga negara yang baik membantu segala upaya yang sudah dilakukan pemerintah,” tutupnya.

Baca Juga :  Snorkeling, Pria Asal Tabanan Ditemukan Tewas Mengambang di Perairan Bunutan

 

Penulis : Nyoman Darma

Editor   : Oka