NEGARA, balipuspanews.com – Siklus Demam Berdarah Dengue (DBD) masih terus berulang. Penyakit yang disebarkan nyamuk aedes aegypti itu juga merenggut korban jiwa.
Hingga akhir tahun ini akumulasi kasus DBD mencapai 257 lebih. Dari jumlah itu korban yang meninggal 3 orang dimana salah satunya adalah anak seorang pejabat.
“Wabah deman berdarah masih mengancam dan juga sudah merenggut korban jiwa,” ujar kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Dinas Kesehatan Jembrana, dr. I Gusti Agung Putu Arisantha, Jumat (18/12).
Menurut Arisantha anak yang meninggal itu memang sudah sakit sejak dari Gianyar. Kemudian di rawat di salah satu rumah sakit swasta di Jembrana.
“Dari hasil diagnosa memang terkena DBD,” ungkapnya.
Arisantha meminta, masyarakat selain waspada dengan penyebaran virus Covid-19 juga waspada dengan penyebaran DBD apalagi saat musim hujan seperti sekarang ini. Caranya dengan menjaga kesehatan dan melakukan pencegahan dengan pemberantasan sarang nyamuk. Fogging yang dilakukan Pemkab hanya untuk meminimalisir persebaran nyamuk aedes aegypti yang dewasa.
“Fogging kita lakukan di wilayah kasus dan yang disinyalir rawan DBD,” jelasnya.
Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan



