BANGLI, balipuspanews.com – diusianya ke-40 tahun, I Kadek Widana harus menjalani cuci darah atau Hemodialisis (HD)rutin akibat penyakit ginjal yang ia derita, dalam seminggu ia harus bolak-balik ke salah satu rumah sakit di Bangli.
Selama menjalani HD ini, Widana sangat mengandalkan jaminan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) agar ia mendapatkan pelayanan yang berkesinambungan.
“sangat sulit membyangakan jika tidak ada JKN-KIS ini, maka bagaimana saya akan berobat, pastinya biaya pengobatan HD ini mahal, tetapi dengan JKN-KIS kelas 3 yang iurannya terjangkau untuk saya semua menjadi mungkin, saya mendapatkan pelayanan yang berkesinambungan,” ungkap Widana.
Pria 1 anak yang berasal dari Banjar Pukuh, Susut Bangli ini tercatat melakukan HD dengan jaminan dari JKN-KIS dari Maret tahun 2018, Widana menyatakan bahwa ia harus menjalani HD setiap 2 kali dalam seminggu. Selama menjalani HD tersebut, Widana mengaku tidak ada kendala yang ia alami dan pelayanannya pun semakin mudah.
“Selama menjalani HD, semua berjalan lancar dan tidak ada kendala yang saya alami, semuanya dijamin penuh oleh JKN-KIS, pelayanannya pun saat ini saya rasakan semakin mudah,” lanjut Widana.
Kemudahan yang ia maksud adalah setelah adanya sistem Finger print. Saat ini peserta tinggal datang dan menempelkan jarinya di alat Finger Print yang disediakan oleh rumah sakit, maka peserta dapat langsung mengakses pelayanan HD di rumah sakit, peserta pun tidak perlu mencari rujukan lagi sehingga sangat menghemat waktu dan biaya dari peserta.
Saat ini Widana hanya memikirkan kelanjutan pengobatannya, ia menaruh harapan penuh kepada JKN-KIS agar dapat menjamin pengobatannya secara terus menerus hingga ia mampu berkatifitas seperti saat ini, apalagi ia memiliki keluarga yang memang harus dipenuhi kebutuhannya setiap hari oleh Widana sebagai kewajiban kepala keluarga.
“Pelayanan JKN-KIS yang saya dapatkan saat ini sudah sangat baik dan nyaman, saya hanya berharap program ini dapat terus berlangsung dan menjamin setiap pengobatan yang kami jalankan karena tidak ad acara lain lagi yang mampu kami lakukan. Terima kasih kepada JKN-KIS,” tutup Widana. (rls/BPN/tim)



