Senin, Juni 24, 2024
BerandaNasionalJakartaDemo di Bea Cukai, KMHDI Jakarta Sampaikan 3 Tuntutan

Demo di Bea Cukai, KMHDI Jakarta Sampaikan 3 Tuntutan

JAKARTA, balipuspanews.com – Kasus pengenaan pajak oleh aparat Ditjen Bea Cukai Kementerian Keuangan kepada para pengguna pesawat di bandara yang dinilai tidak profesional dan proporsional menuai protes di masyarakat. Salah satunya dari Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Jakarta.

Protes disikapi oleh KMHDI Jakarta dengan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Bea Cukai meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mencopot Askolani sebagai Dirjen Bea Cukai, Senin (13/5/2024).

Dalam orasinya di depan Gedung Bea Cukai PD KMHDI Jakarta menyampaikan

3 tuntutan disampaikan Pimpinan Daerah (PD KMHDI) Jakarta sebagai berikut:
1. Meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Mencopot Askolani sebagai Dirjen Bea Cukai
2. Meminta Menteri Keuangan melakukan evaluasi seluruh Jajaran Bea Cukai
3. Meminta Institusi Bea Cukai menindak tegas oknum pegawai Bea cukai yang terlibat Pungli dan Mark Up Biaya Impor.

Ketua PD KMHDI Jakarta, I Nyoman Sugidana mengatakan beberapa kasus yang terjadi terkait tindakan yang dilakukan pihak Bea Cukai memicu kontroversi dan kritik masyarakat. Desakan agar Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan untuk dimutasi atau dicopot sebab dari berbagai kejadian mengenai biaya pajak masuk barang memicu berbagai kontroversi di masyarakat serta Kritikan juga terus berdatangan, beberapa di antaranya dari pejabat publik.

BACA :  Sasar Penyandang Disabilitas, Dokkes Polresta Gelar Bakti Kesehatan di Yayasan Sehati Sebali

Dari akhir April hingga awal Mei terdapat 3 keluhan masyarakat terhadap Bea Cukai yang viral di media sosial. Ketiganya adalah soal pembelian sepatu olahraga impor yang ditagih pajak Rp 31 juta, alat belajar siswa SLB yang ditagih ratusan juta rupiah, hingga mainan untuk review milik influencer yang tertahan.

“Sri Mulyani harus berani mengambil tindakan tegas terkait hal ini, Dirjen Bea Cukai itu di copot saja karena tidak becus mengurus anak buahnya, belum lagi banyak Pejabat Bea Cukai yang hobi pamer kekayaan di sosial media hal ini menambah kecurigaan masyarakat bahwa terjadi praktik mafia di tubuh Bea Cukai,” ucap Sugi, sapaan akrab I Nyoman Sugidana.

Sugi yang juga bertindak sebagai koordinator aksi menambahkan dari tahun ke tahun kasus seperti ini terus berulang terjadi oleh karena itu Sugi menilai perlu adanya reformasi secara struktural dan kultural di institusi Bea Cukai ini

Menurutnya reformasi secara struktural harus segera di lakukan di tubuh Bea Cukai, berbagai kasus viral yang terjadi di Bea Cukai menandakan gagalnya para pimpinan Bea Cukai untuk mengurus anak buahnya.

BACA :  Deputi Warsito: Menko PMK dijadwalkan Lakukan Groundbreaking Pembangunan Masjid Indonesia di Vietnam

“Reformasi secara kultural juga sangat penting untuk di lakukan agar merubah perilaku para pegawai Bea Cukai didalam menjalankan kewenangannya dapat dilaksanakan sesuai aturan bukan malah mencari celah untuk mendapatkan keuntungan pribadi,” tegas Sugi.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular