Desa Bengkel Bakal Dijadikan Desa Wisata

- Advertisement -
- Advertisement -

BUSUNGBIU, balipuspanews.com — Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana terus melakukan inovasi untuk perkembangan pariwisata. Kali ini, Bupati Suradnyana melirik potensi wisata dimiliki desa Bengkel, Kecamatan Busungbiu, Kabupaten Buleleng.

 

Bupati Suradnyana pun langsung melakukan pertemuan dengan krama Subak Desa Bengkel. Dihadapan krama Subak, Bupati yang pernah menjabat sebagai Ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali ini, menawarkan konsep untuk mengembangkan Desa Bengkel menjadi Desa Wisata.

 

Patut diketahui, desa Bengkel terletak di daerah perbukitan dan memiliki alam yang masih baik. Hamparan sawah dengan metode terasering yang sangat indah, menjadikan Desa Bengkel sangat cocok menjadi Desa Wisata.

 

Melihat potensi itu, Bupati Suradnyana pun berencana akan mendatangkan investor untuk membangun villa dengan konsep ramah lingkungan di kawasan tersebut.

 

“Ini baru ide saya saja, kalau masyarakat setuju dengan konsep yang saya tawrkan, nanti saya datangkan arsitek untuk menggambar model villanya seperti apa, tapi kalau tidak setuju juga tidak apa-apa,” katanya.

 

Rencananya, warga yang memiliki tanah minimal 25 are, menyisihkan sekitar 3-5 are untuk dibangun villa. Sisanya harus tetap berupa sawah atau perkebunan. Vlla mewah dengan konsep ramah lingkungan memakai bahan kayu sehingga kenyamanan wisatawan tetap terjaga dan tetap ramah lingkungan.

BACA :  ‎KPU Buleleng dan Dinas PMD PPKB Perkuat Sinergi Data Pemilih dan Coktas 2026

 

“Nanti semua villa dibangun dari kayu, lalu jalannya kecil yang hanya bisa dilalui oleh mobil listrik, minimal untuk villa dan jalan tanah yang 25 are hilang cuma 5 are dan sisanya tetap sawah,” jelasnya.

 

Disamping itu, Bupati Suradnyana pun tidak menginginkan petani melakukan alih fungsi lahan terlalu cepat.

 

“Kembali jika masyarakat setuju, baru desa Bengkel akan menjadi daerah tujuan wisata yang baru dan berbeda dari yang lain. Wisatawan pasti senang dengan pemandangan sawah yang indah, jadi yang boleh dibangun villa hanya 10 persen dari luas lahan jadi lahan pertanian tidak rusak,” pungkasnya.

 

Saat pertemuan bersama krama subak pada Sabtu (21/12) yang diselenggarakan di Pura Bedugul Desa Bengkel ini, Bupati Suradnyana didampingi Kepala Dinas Pertanian Ir. I Made Sumiarta, Camat Busungbiu I Gede Putra Aryana,S.Sos.,MAP, dan Perbekel Desa Bengkel Putu Artana,SE.,M.Si.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular