KARANGASEM, balipuspanews.com – Proses penyelamatan penumpang dalam insiden kebakaran KMP Putri Yasmin mendapat apresiasi dari Komisi VII DPR RI.
Sistem keselamatan kapal dinilai telah berjalan sehingga sebagian besar penumpang dapat dievakuasi dan diselamatkan.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono menyampaikan apresiasi tersebut saat kunjungan kerja ke Pelabuhan Padangbai, Karangasem, Bali, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, dari sisi kelayakan kapal, KMP Putri Yasmin sebelumnya telah memenuhi berbagai persyaratan, mulai dari kondisi badan kapal, permesinan, peralatan keselamatan hingga sumber daya manusia.
Ia bahkan menilai proses penyelamatan yang dilakukan awak kapal patut mendapatkan penghargaan.
“Putri Yasmin ini patut mendapatkan penghargaan. Mereka bisa melakukan penyelamatan itu dengan menyiapkan life jacket, semuanya siap,” ujarnya.
Dalam kondisi darurat, kapal juga sempat mengeluarkan liferaft dan perangkat keselamatan lainnya. Bambang menyebut peralatan tersebut berfungsi dan dapat digunakan dalam proses evakuasi.
Ia menjelaskan, penerapan keselamatan di kapal juga mengacu pada International Safety Management (ISM) Code, yang mengatur manajemen keselamatan dalam operasional pelayaran.
Setelah kapal menyiapkan seluruh perangkat keselamatan dan penumpang telah menggunakan jaket keselamatan maupun masuk ke alat keselamatan, proses penyelamatan selanjutnya menjadi tanggung jawab tim penyelamat.
“Begitu kapal sudah menyiapkan itu semua, liferaft dan sebagainya, termasuk life jacket, kemudian penumpang masuk ke laut, itu tugas tim penyelamat,” katanya.
Bambang memberikan apresiasi khusus kepada kapal-kapal yang terlibat dalam proses evakuasi. Menurutnya, sejumlah kapal, termasuk kapal milik warga, turut berupaya menyelamatkan penumpang dalam kondisi laut yang tidak mudah.
Ia menyebut kapal-kapal yang terlibat dalam penyelamatan tersebut layak mendapatkan penghargaan karena telah menjalankan tugas kemanusiaan secara maksimal.
Bambang menilai keberhasilan penyelamatan tersebut sangat penting mengingat penumpang yang berada di laut dalam waktu lama menghadapi risiko keselamatan serius.
Karena itu, menurutnya, evaluasi pascakecelakaan harus tetap dilakukan, tetapi jangan sampai mengabaikan pihak-pihak yang telah menjalankan prosedur keselamatan dan membantu menyelamatkan korban.
Penulis: Gede Suartawan
Editor : Oka Suryawan



