KLUNGKUNG, balipuspanews.com – Pria berinisial WS,49, ditemukan meninggal di Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Kabupaten Klungkung. Korban yang ditemukan tergeletak dilantai itu diduga melakukan aksi ulah pati dengan menenggak cairan beracun. Pun demikian, polisi masih menyelidiki peristiwa tersebut.
Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu Dewa Alit, saat dikonfirmasi pada Kamis (8/1/2026), membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, petaka itu diduga terjadi pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 09.00 WITA dan dilaporkan kepada pihak kepolisian pada pukul 15.41 WITA.
“Korban berinisial WS,49, warga Kelurahan Semarapura Kangin. Lokasi kejadian berada di jalan Baladewa, Kelurahan Semarapura Klod Kangin, Kabupaten Klungkung,” jelas Iptu Dewa Alit.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang pelapor berinisial IBNP,44, anggota Polri yang berdomisili di Aspolres Klungkung.
Selain itu, terdapat dua saksi yang mengetahui kejadian tersebut, masing-masing berinisial IMS, 46, wiraswasta, dan INM, 43, karyawan swasta, yang keduanya merupakan warga Kelurahan Semarapura Kangin.
Menurut keterangan pihak kepolisian, pada Minggu (4/1/2026) sekitar pukul 08.40 WITA, saksi berinisial INM mendatangi rumah baru korban yang beralamat di Jalan Baladewa. Rumah tersebut diketahui belum ditempati secara permanen.
Saksi mendatangi lokasi karena mengetahui korban kerap datang ke rumah tersebut pada akhir pekan. Berdasarkan keterangan saksi, sejak malam sebelumnya korban mengeluhkan perasaan bingung, gelisah, dan terlihat tidak tenang.
Sekitar pukul 08.30 WITA, saksi masuk ke dalam kamar dan mendapati korban dalam posisi tergeletak di lantai. Selanjutnya, saksi segera memanggil saksi lainnya serta kerabat korban untuk membawa korban ke RSUD Klungkung.
Namun, setibanya di rumah sakit, berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia.
Peristiwa tersebut kemudian ditangani oleh Polsek Klungkung untuk penyelidikan lebih lanjut.
“Sementara ini, penyebab meninggalnya korban diduga berkaitan dengan kondisi psikologis yang dialami korban. Dugaan awal, korban menenggak cairan berbahaya. Namun, hal tersebut masih dalam penanganan dan pendalaman pihak kepolisian,” ujar Iptu Dewa Alit.
Penulis : Roni
Editor : Oka Suryawan



