Diduga Hendak Selundupkan 100 Butir Happy Five ke Lapas Kerobokan, Pemuda Asal Tabanan Ini Diamankan

Pelaku penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan oleh Petugas Lapas Kerobokan, Kamis (11/2/2021) malam
Pelaku penyelundupan narkoba yang berhasil digagalkan oleh Petugas Lapas Kerobokan, Kamis (11/2/2021) malam

KEROBOKAN, balipuspanews.com -Petugas Lapas Kerobokan, Kamis (11/2/2021) malam, menggagalkan penyelundupan tablet erimen sejenis happy pive yang diduga dilakukan seorang pemuda berinisial MS,30.

Pelaku yang tinggal di Selanbawak, Tabanan ini kedapatan membawa 100 tablet happy pive yang dikemas dalam paketan plastik.

Menurut Kasubag Humas Polres Badung Iptu Gede Oka Bawa, penyelundupan happy pive ini berlangsung, Kamis (11/2/2021) sekitar pukul 22.30 WITA. Bermula Kepala Lapas (Kalapas) hendak pulang dan mendapati seorang pemuda datang ke Lapas.

Pemuda itu menanyakan akan membawa nasi untuk temannya di dalam lapas. Namun karena tidak ada jam besuk di malam hari, Kalapas lalu membawa pemuda itu masuk ke Pos penjagaan Lapas. Petugas lapas yang berjaga saat itu adalah I Komang Adi Murbawa.

Baca Juga :  Pemkab Tabanan Terima Exit Meeting Tim Pemeriksa Pendahuluan BPK RI Perwakilan Provinsi Bali

Kalapas kemudian memerintahkan anggotanya untuk melakukan pemeriksaan. Atas perintah Kalapas, petugas memeriksa badan dan barang yang dibawanya berupa 8 bungkus nasi jinggo.

Namun setelah nasi jinggo dibuka, petugas menemukan 10 pepel Erimen, yang masing-masing 1 pepel berisi 10 butir. Total keseluruhan 100 butir Erimen.

“Pil Erimen ini merupakan termin 5 yang diduga happy vipe jenis psikotropika golongan IV  bahan utamanya nimetazepam,” ungkap Iptu Oka, Minggu (14/2/2021).

Dijelaskan, dari keterangan pelaku MS rencananya tablet happy pive ini akan diberikan ke temannya seorang napi Lapas Kerobokan. Namun usahanya digagalkan petugas Lapas.

Selanjutnya guna penyelidikan lebih lanjut, tersangka beralamat di Selanbawak, Marga, Tabanan ini diserahkan ke Satnarkoba Polres Badung.

Baca Juga :  Balitbang Badung Gelar Lokakarya Pembuatan Kebijakan Berbasis Bukti Secara Daring

“Pelaku dikenakan UU No. 5 Tahun 1997 tentang psikotropika,” tegas Iptu Oka.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan