NEGARA, balipuspamews.com- Kebingungan r Sudarmini terhadap kondisi mertuanya berubah menjadi kesedihan. Sebab, I Wayan Dana (69) mertuanya yang tidak bisa dihubungi sejak dua hari, Rabu (16/10) pagi ditemukan sudah menjadi mayat dan membusuk di dalam rumahnya.
Sebelumnya sejak dua hari lalu, Sudarmini yang tigal di Denpasar berusaha menghubungi mertuanya yang tinggal sendiri di rumahnya di lingkungan Samiana, gang 1 Gilimanuk. Namun berkali-kali dihubungi Ponselnya Dana tidak menjawab.
Kemudian Rabu pagi, Sudarmini kembali menghubungi mertuanya yang tinggal sendiri dirumahnya itu, namun kembali tidak ada jawaban. Karena khawatir ditengah kebingunganya itu Sudarmini kemudian menelpon Ni Ketut Susanti,(54) tetangga mertuanya itu. Susanti yang tidak berani sendirian kemudian mengajak suaminya I wayan Suartika,(66) bersama-sama ke rumah Dana.
“Saat kami masuk ke pekarangan semua pintu rumahnya terkunci. Lalau kami mencium bau busuk dari dalam rumah,” ujar Suartika.
Karena curiga mencium bau busuk, biar ada saksi, Suartika lalu memanggil tetangganya I Putu Suatika (59). Setelah Suastika datang kemudian Suartika menengok dari ventilasi diatas jendela ruang tamu dan melihat Dana sudah terlentang diatas kasur tak bernyawa dan tubuhnya membusuk.
“Kami kemudian melaporkan ke Polsek Kawasan laut Gilimanuk,” ungkapnya.
Anggota Polsek Kawasan Laut Gilimanuk bersama anggota Inafis Polres Jembrana dan petugas medis dari Puskesmas Gilimanuk kemudian datang ke lokasi. Dari hasil olah TKP, oleh Unit Inafis Polres Jembrana dipimpinan Kanit I Reskrim Ipda I Gede Alit Darmana, Dana yang tingginya 155 centimeter dalam posisi tidur tengadah, menggunakan kain sarung tanpa menggunakan baju. Tubuhnya sudah mengalami proses pembusukan, pada hidung keluar darah.
Di tempat tidur ditemukan Remote TV, Remot AC dan Handphone Nokia milik Dana dan TV dalam kondisi masih menyala. Kemudian diatas meja ditemukan minyak urut, minyak kayu putih, kaca mata, pisang goreng dibungkus tas plastik kecil, air minum dan uang tunai Rp. 105 ribu. Dipojok ruang tamu ditemukan ember plastik hitam yang berisi cairan air kencing dan air liur.
“Dan dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan oleh tim medis tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal karena sakit mengingat dari keterangan saksi korban memiliki riwayat sakit stroke ringan,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kawasan Laut Gilimanuk, Iptu. Putu Suparta.
Disisi lain dari keterangan beberapa warga, Dana yang tinggal sendiri dirumahnya karena dua anak laki-lakinya bekerja di kapal pesiar dan menantunya tinggal di Denpasar keseharianya dikenal pendiam dan rajin bersih-bersih. Pada Minggu (13/10) saat Purnmana Kapat Dana masih smepat sembahyang pada Piodalan di Pura Puseh Gilimanuk.
Namun dia mendahului pulang karena merasa kondisinya kurang enak.
”Sempat makan di Pura lalu pamit pulang karena kondisinya kurang enak badan. Mungkin sampai dirumah dia langsung tiduran sambil menonton televisi. Karena sendiri dirumah zmaka tidak ada yang mengetahui kalau sakitnya kambuh dan meninggal,” ujar seorang warga. (nm/bpn/tim)



