JEMBRANA, balipuspanews.com– Kenekatan tiga orang butuh proyek pada Rabu (13/11/2025) sore berujung petaka. Saat mereka mandi di Sungai Bilukpoh, Kelurahan Tegacangkring, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana tiba-tiba datang air bah dan menyeret mereka.
Satu orang berhasil menyelamatkan diri, namun dua warga lainnya hilang. Peristiwa tersebut berawal dari, ketiga butuh tersebut masing-masing, SRTB,36, asal Surabaya, AA,57, asal Jombang, dan MRNS,22, asal Surabaya, bekerja mandi di Sungai Bilukpoh, tepatnya di dekat proyek Bendungan Telepud.
Saat sedang mandi tanpa mereka duga, tiba-tiba datang air bah dengan arus yang sangat deras, menyapu ketiganya.
MRNS yang sempat terseret arus berhasil menyelamatkan diri. Sementara dua rekannya hanyut dibawa arus banjir dan hilang.
“Mereka mandi setelah selesai bekerja. Memang cuaca saat itu lagi turun hujan, mereka sudah diperingatkan agar jangan mandi di sungai karena kemungkinan akan banjir. Tapi mereka tetap mandi dan akhirnya hanyut dibawa banjir,” ujar salah satu warga.
Atas peristiwa tersebut, pencarian yang dilakukan oleh aparat kepolisian, tim SAR dengan dibantu warga mulai dilakukan. Menjelang petang, satu korban SRTB ditemukan di timur kolam renang Delodberawah dalam keadaan meninggal.
Sementara satu korban lagi hingga malam .
belum juga ditemukan.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Wayan Sartika dikonfirmasi, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, satu korban sudah ditemukan di pesisir Pantai Delod Berawah dalam keadaan meninggal dunia.
“Sedangkan satu korban lagi sampai malam ini belum berhasil ditemukan. Sementara satu korban lainnya berhasil menyelamatkan diri dan saat ini sedang dirawat di Puskesmas Mendoyo,” terangnya.
Polsek Mendoyo menjelaskan, pihaknya juga telah berkordinasi dengan pihak terkait, diantaranya pihak BPBD, Basarnas dan Polair serta aparat TNI untuk melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
“Tapi kalau cuaca malam ini cukup gelap disertai hujan, diputuskan pencarian dihentikan sementara. Pencarian korban akan dilanjutkan besok pagi,” ungkapnya.
Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan



