Disdikpora Buleleng Pastikan Daya Tampung Sekolah Memadai Jelang PPDB

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Jelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Buleleng yang akan segera dibuka pada bulan Juni 2022 mendatang.

Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng pun mulai melakukan pemetaan untuk memastikan daya tampung sekolah dalam PPDB tahun ajaran 2022/2023 tercukupi.

Kepala Disdikpora Kabupaten Buleleng, Made Astika menjelaskan jika sistem PPDB tahun ajaran 2022/2023 masih tetap sama seperti tahun ajaran sebelumnya. Dimana sistemnya sesuai peraturan menteri pendidikan dan kebudayaan (Permendikbud) nomor 1 tahun 2021.

Untuk pendaftarannya calon siswa SMP dilakukan melalui online dan calon siswa SD dilaksanakan sesuai kesiapan dari pihak satuan pendidikan baik itu luring maupun daring.

“Untuk pelaksanaan PPDB di Buleleng tahun ajaran 2022/2023 kami masih mengacu pada regulasi sebelumnya yakni menggunakan empat jalur. Sebab hingga saat ini belum ada diterbitkan aturan baru terkait itu,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (18/5/2022).

Melalui sistem yang sama tersebut pihaknya memastikan jika jumlah satuan pendidikan baik SD dan SMP negeri untuk di Buleleng memadai dalam penerimaan siswa ditahun ajaran 2022/2023).

BACA :  Duta Denpasar Sabet Sejumlah Juara di Ajang Utsawa Dharma Gita Provinsi Bali 2026

Disamping itu kuota jalur PPDB masih hampir sama untuk SD penerimaan lewat jalur zonasi sekitar 70 persen, jalur afirmasi sekitar 15 persen minimal, jalur perpindahan tugas orang tua ada 5 persen maksimal, dan jalur prestasi ada 10 persen.

Sedangkan jumlah kuota maksimal jalur PPDB untuk SMP yakni jalur zonasi sekitar 50 persen, jalur afirmasi sekitar 15 persen minimal, jalur perpindahan tugas orang tua ada 5 persen maksimal, dan jalur prestasi tidak boleh lebih dari 30 persen.

“Kita pastikan tidak ada kekurangan jumlah lulusan dengan layanan pendidikan yang ada apalagi ditambah adanya sekolah swasta pasti berimbang,” imbuhnya.

Sementara itu disinggung terkait siswa Drop out (DO) pihaknya selalu mengupayakan agar tidak ada DO dan siswa agar bisa melanjutkan pendidikan. Kata Astika pendekatan biasanya dilakukan selama proses PPDB berlangsung.

Sehingga pihaknya bisa mengetahui apa penyebab permasalahan siswa tidak melanjutkan, apabila persoalan ekonomi Ia pun mengaku akan mengupayakan untuk memberikan bantuan baik itu berupa beasiswa.

“Kami berharap semua bisa tertampung dan tidak ada yang tidak bisa melanjutkan untuk bersekolah,” tutupnya.

BACA :  Bupati Badung Tegaskan Program Pembangunan Desa Harus Selaras dengan Kebijakan Kabupaten

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular