BULELENG, balipuspanews.com – Menjelang perayaan Nyepi tahun Caka 1944 yang jatuh tepat pada Kamis (3/3/2022), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Buleleng mendapat pinjaman empat unit sepeda motor listrik dari ULP PLN Singaraja untuk melakukan pemadaman dan penanganan lampu penerangan jalan umum (LPJU) yang akan disiagakan pada wilayah Buleleng timur, barat, tengah, dan di kantor pusat.
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan Adanyana Putra menyebutkan jika selama perayaan Nyepi mendatang pihaknya telah menyiapkan atau mensiagakan sejumlah petugas yang akan dibagi ke empat wilayah atau empat pos, darisana nantinya masing-masing akan bertugas mematikan 15.999 titik LPJU satu hari sebelum Nyepi dengan menggunakan sepeda motor listrik dari PLN Singaraja.
Kemudian sehari setelahnya akan dihidupkan kembali, namun tidak dipungkiri bahwa kemungkinan adanya permasalahan seperti lampu LPJU menyala usai dimatikan sehari sebelum Nyepi karena sejumlah faktor terjadi disejumlah titik.
Sehingga kadang pas Nyepi petugas harus menjajaki lokasi dengan menggunakan sepeda motor berbahan bakar minyak dengan suara cukup bising, tentunya itu akan menggangu perayaan Nyepi.
“Memang Sehari sebelumnya kita sudah matikan LPJU tapi kalau ada masalah entah menyala atau ada konsleting pas Nyepi, nah petugas harus tangani, adanya motor listrik yang tidak bising ini otomatis tidak akan mengganggu perayaan Nyepi dan pelayanan bisa maksimal,” ungkapnya saat menerima penyerahan sepeda motor listrik di Halaman Parkir Dishub Buleleng, Selasa (1/3/2022).
Disisi lain, Manager ULP PLN Singaraja, Ida Bagus Komang Darma Yudana usai menyerahkan peminjaman sepeda motor listrik menjelaskan setiap kali tepatnya pada perayaan Nyepi pihaknya ada menerima sejumlah laporan warga jika ada LPJU belum dimatikan atau bermasalah.
Sehingga itu mengharuskan petugas dari dishub harus bergerak ke titik yang dilaporkan untuk melakukan penanganan.
Tentunya melihat jarak atau lokasi yang tidak bisa dijangkau dengan berjalan kaki maka petugas harus memakai motor berbahan bakar minyak dan bersuara cukup bising, sehingga itu akan menggangu makna perayaan Nyepi.
Namun dengan adanya empat unit motor listrik yang pihaknya bisa pinjamkan selama Nyepi tersebut semua itu bisa diatasi mengingat motor listrik tidak menimbulkan suara dan telah dilengkapi dua baterai, dimana satu untuk baterainya mampu dipakai menempuh jarak hingga 60 kilometer.
“Motor listrik ini sangat efisien, tidak ada suara, dan sangat ramah lingkungan. Jadi kalau nanti ada laporan masyarakat ada LPJU bermasalah saat Nyepi, petugas bisa ke lokasi memadamkan tanpa mengurangi makna dari Nyepi itu,” tutupnya.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



