BULELENG, balipuspanews.com – Aksi dugaan pencurian menyasar tempat suci terjadi di Desa Tukadmungga, Buleleng. Dalam sehari, dua merajan dadia di Wilayah Banjar Dinas Dharma Yadnya, Desa Tukadmungga, Kecamatan/Kabupaten Buleleng dibobol dan 11 buah Pratima yang ditaksir harganya mencapai Rp 165 Juta raib digondol maling.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa pencurian pertama menimpa Merajan Dadia Watulepang 3. Kejadian baru diketahui pada Sabtu (31/10/2026) sekira pukul 09.00 WITA. Saat itu, pengempon dadia, Made Sudiasa, 46 mendapat kabar dari pengurus dadia tetangga mengenai adanya musibah pencurian.
Mengetahui hal tersebut, ia langsung mengecek kondisi Merajan Dadia Watulepang 3. Setibanya di lokasi, gembok pintu gedong simpen ditemukan sudah dalam keadaan terbuka dan rusak. Sebanyak 7 buah pratima pis bolong yang ditaksir harganya mencapai Rp 105 Juta telah hilang tanpa sisa.
Sementara itu, kasus kedua terjadi di Merajan Dadia 4 Batu Lepang. Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh saksi Ayu Komang Swesti Maharani pada Sabtu pagi sekira pukul 05.30 WITA, saat Ia hendak menghaturkan banten bersembahyang memperingati Hari Suci Saraswati.
Saat hendak membuka pintu gedong simpen, saksi mendapati rumah kunci (baulu) gembok dalam keadaan rusak/dol dan pintu sedikit terbuka. Setelah dicek ke dalam, kondisi gedong simpen sudah berantakan dan 4 buah pratima pis bolong dengan nilai ditaksir Rp 60 juta telah raib. Saksi kemudian memberi tahu Kelian Dadia, Putu Suta Artana, 66 yang selanjutnya meneruskan laporan ke pihak kepolisian.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz saat dikonfirmasi membenarkan adanya dua laporan polisi terkait dugaan pencurian barang sakral tersebut.
“Benar, kami telah menerima dua laporan pengaduan terkait dugaan tindak pidana pencurian pratima di Desa Tukadmungga. Saat ini Tim Opsnal Satreskrim Polres Buleleng bersama Polsek jajaran sudah turun ke lapangan untuk melakukan olah TKP dan penyelidikan intensif guna mengungkap pelaku,” tegas IPTU Yohana.
Menyikapi maraknya musibah ini, IPTU Yohana mengimbau seluruh krama pengempon pura maupun pengurus tempat ibadah di Buleleng agar meningkatkan sistem pengamanan swakarsa di wilayah masing-masing.
“Kami mengimbau masyarakat dan pengempon pura untuk meningkatkan kewaspadaan, misalnya dengan memasang CCTV atau menambah penguncian ganda pada gedong simpen. Jika melihat ada pergerakan atau orang asing yang mencurigakan di sekitar pura, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat,” imbaunya.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan
Dua Merajan Dadia di Tukadmungga Disatroni Maling, 11 Pratima Hilang
- Advertisement -
- Advertisement -
Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News



