Dua Warga Digigit Anjing Rabies

- Advertisement -
- Advertisement -

NEGARA, balipuspanews.com- Kasus gigitan rabies hingga kini masih terjadi di Jembrana. Teranyar terjadi di Lingkungan Sangkaragung, Jembrana dimana dua orang wrga digigit anjing yang positif terjangkit rabies.

Warga pertama yang menjadi korban gigitan anjing positif rabies itu yakni Komang Wardani (45) Ibu rumah tangga itu digigit anjing miliknya sekitar seminggu lalu. Anjing peliharaanya itu tiba-tiba saja mengigit betis kanannya.

“Saya digigit duakali. Anjing itu tiba-tiba menyerang saat saya mencari kayu bakar dekat rumah,” ujar Wardani, Senin (30/9).

Setelah mengigit betis pemiliknya anjing tersebut juga menggigit tetanggnya Ni Komang Yuliastuti (37) Setelah mengigit dua warga itu anjing tersebut diketahui mati.

Petugas dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana dan mendapat laporan kemudian mengambil sample otak anjing tersebut untuk diuji di laboratorium.

Dari hasil uji sample otak tersebut diketahui jika anjing yang menggigit dua warga itu positif terjangkit rabies.

“Anjing positive rabies itu adalah anakan umur 4 bulan. Dimana saat vaksinasi massal anjing ini belum lahir sehingga belum tervaksin. Kemungkinan kontak dengan anjing liar yang mengandung virus sehingga dia positive rabies juga akhirnya setelah menggigit dua korban,” ujar I Wayan Widiarsa, kabid Keswan dan kesmavet dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Jembrana.

BACA :  Bupati Kembang Tinjau Rehabilitasi Sejumlah Sekolah di Jembrana

Untuk mencegah wabah rabies ini meluas, petugas kemudian melakukan eutanasia dan vaksinasi dengan radius satu kilometer dari lokasi gigitan. Setiap anjing dan hewan penular rabies (HPR) peliharaan warga divaksin sementara yang liar dieliminasi.

Bahkan untuk memastikan di daerah ini tidak ada lagi anjing rabies petugas juga mengambil sample otak tiga ekor anjing di sekitar lokasi gigitan yang diduga pernah kontak langsung dengan anjing yang positif rabies dan menggigit dua orang warga itu. (nm/bpn/tim)

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular