GIANYAR, balipuspanews.com– Kepala Kejaksaan Negeri Gianyar, Agus Wirawan Eko Saputro, melakukan kunjungan ke Yayasan Widya Guna di Jalan Yeh Pulu, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar. Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemberdayaan anak berkebutuhan khusus dan anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Didampingi Kepala Seksi Intelijen, I Nyoman Triarta Kurniawan, Kajari Gianyar disambut hangat oleh pengelola yayasan, Ni Nyoman Sri Wahyuni. Dalam kunjungan itu, jajaran Kejari Gianyar meninjau langsung kegiatan belajar mengajar, proses terapi, hingga pelatihan keterampilan seperti menjahit, memasak, dan membuat kerajinan tangan.
Yayasan Widya Guna saat ini menaungi 44 anak berkebutuhan khusus dan sekitar 50 anak dari keluarga tidak mampu. Mereka mendapatkan layanan pendidikan dasar, pelatihan seni, hingga program vokasional yang bertujuan untuk membangun kemandirian, salah satunya melalui operasional Piduh Charity Cafe yang dikelola langsung oleh para anak binaan.
“Kami mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Yayasan Widya Guna dalam mendampingi anak-anak istimewa dan kurang mampu. Kejaksaan siap memberikan ruang pemberdayaan, termasuk membuka kesempatan bagi anak-anak binaan untuk diperbantukan dalam kegiatan di lingkungan Kejaksaan Negeri Gianyar,” ujarnya.
Menurutnya, dukungan terhadap kelompok rentan seperti penyandang disabilitas merupakan bagian dari komitmen Kejaksaan dalam mewujudkan keadilan sosial.
“Kami ingin membangun kesetaraan kesempatan bagi semua warga, tanpa terkecuali,” tegasnya.
Kunjungan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Selain menyaksikan aktivitas para anak binaan, rombongan Kejari juga menikmati sajian hasil karya mereka di Piduh Charity Cafe.
Melalui kunjungan ini, Kejaksaan Negeri Gianyar menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjalankan fungsi penegakan hukum, tetapi juga hadir secara aktif dalam mendukung kegiatan sosial yang berdampak positif bagi masyarakat. Sinergi antara institusi pemerintah dan lembaga sosial diharapkan dapat menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang lebih inklusif, adil, dan berkeadaban.
Penulis: Ketut Catur
Editor: Oka Suryawan



