Jumat, Juni 12, 2026
spot_img

Elnusa Petrofin Ambil Peran Kunci dalam Distribusi Hidrogen Hijau untuk Green Terminal Tanjung Sekong

- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR, balipuspanews.comTransformasi energi hijau di Indonesia tidak hanya bergantung pada teknologi produksi, tetapi juga pada kemampuan mendistribusikannya hingga ke titik pemanfaatan. Dalam pengembangan Green Terminal Tanjung Sekong di Cilegon, Banten, PT Elnusa Petrofin (EPN) mengambil peran strategis sebagai penghubung rantai pasok hidrogen hijau, mendukung upaya Pertamina mempercepat transisi menuju energi rendah karbon.

Salah satu elemen paling inovatif dalam proyek percontohan ini adalah distribusi Green Hydrogen. EPN mendistribusikan energi hidrogen tersebut kepada para pengguna potensial, termasuk PT Pertamina Energy Terminal (PET) di Tanjung Sekong, yang memanfaatkannya sebagai bahan bakar pembangkit listrik rendah karbon untuk operasional terminal.

EPN mengambil peran penting dalam memenuhi pembangkit hingga 25 persen untuk kebutuhan listrik operasional terminal, sekaligus menekan emisi tidak langsung (Scope 2) dari aktivitas sehari-hari Tanjung Sekong.

“Keberhasilan NZE Roadmap 2060 tidak hanya ditentukan oleh inovasi di sisi produksi energi, tetapi juga oleh keandalan sistem logistik yang mampu mengantarkan energi bersih secara aman, presisi, dan berkelanjutan hingga titik pemanfaatan,” ujar Doni Indrawan, Direktur Utama PT Elnusa Petrofin.

BACA :  Sekda Badung Hadiri Peluncuran Kapal Trash Skimmer dan Penyerahan Seragam Sekolah di Kuta

Selama ini, Elnusa Petrofin lebih dikenal publik sebagai ujung tombak distribusi BBM PSO (Public Service Obligation) dan BBM Satu Harga ke pelosok nusantara. Namun keterlibatan EPN di Green Terminal Tanjung Sekong menandai babakbaru, berupa langkah transformasi menjadi enabler logistik untuk energi masa depan.

Kapabilitas yang dimiliki EPN menjadikannya mitra yang tepat dalam ekosistem ini. Pengalaman panjang dalam pengelolaan transportasi energi berskala nasional, sistem monitoring berbasis teknologi, serta standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang ketat menjadi modal utama dalam menangani energi baru seperti hydrogen, yang membutuhkan presisi dan keamanan tinggi dalam penanganannya.

Lebih dari itu, kapabilitas logistik EPN menjadi jembatan antara dua dunia energi, yakni konvensional dan baru, kedalam satu sistem distribusi nasional yang terintegrasi. Ini bukan sekadar ekspansi lini bisnis, melainkan repositioning strategis di tengah pergeseran lanskap energi global.

Direktur Transformasi & KeberlanjutanBisnis PT Pertamina (Persero), Agung Wicaksono, menegaskan bahwa inisiatif Green Terminal adalah bagian dari Roadmap Net Zero Emission (NZE) 2060 Pertamina. Seperti diketahui, program tersebut menjadi peta jalan yang menekankan efisiensi energi, pengurangan emisi, dan percepatan adopsi energi baru dan terbarukan di seluruh lini bisnis perusahaan.

BACA :  Polsek Gianyar Amankan Dua Terduga Pencuri Sangkar Babi, Kerugian Korban Capai Rp3,9 Juta

Proyek ini istimewa karena memperlihatkan sinergi nyatalintas entitas dalam Pertamina Group. PGE sebagai produsenenergi hijau, EPN sebagai distributor andal, dan PET sebagai pengguna akhir yang mengkonversi hidrogen menjadi listrik bersih.

Tanjung Sekong, dengan kapasitas penyimpanan 98.000 metrik ton dan dermaga yang melayani kapal hingga 65.000 DWT, menjadi laboratorium hidup bagi model infrastruktur energi berkelanjutan Indonesia.

Jika berhasil direplikasi, model ini bisa menjadi cetak biruuntuk terminal-terminal energi strategis lainnya di Indonesia. Artinya bisa lebih mendorong transisi yang tidak hanya progresif, tetapi juga aman, efisien, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Di tengah tuntutan global terhadap praktik bisnis yang lebih bertanggung jawab, Elnusa Petrofin memilih untuk tidak sekadar beradaptasi. EPN memimpin perubahan dari dalamrantai pasok itu sendiri. Tanjung Sekong bukan titik akhir, melainkan titik tolak.

Penulis: Kadek Adnyana

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular