Elon Musk: 90 Persen Energi Dunia Akan Mengandalkan Panel Surya

- Advertisement -
- Advertisement -

AMERIKA, BALIPUSPANEWS.com – Pemadaman listrik besar-besaran yang terjadi di Semenanjung Iberia pada Senin, 28 April 2025, masih menyisakan tanda tanya. Meski penyelidikan masih berlangsung, otoritas jaringan listrik Spanyol, Red Electrica, menegaskan bahwa energi terbarukan bukanlah penyebab gangguan tersebut.

Di tengah perdebatan seputar masa depan energi dunia, CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, kembali menyuarakan keyakinannya terhadap energi surya. Melalui unggahan di media sosial, Musk menyatakan bahwa sebagian besar energi dunia akan berasal dari tenaga matahari.

“Prediksi jangka panjang saya adalah bahwa 90 persen atau lebih energi di Bumi akan dihasilkan dari panel surya dan baterai,” tulis Musk.

 

Keyakinan Penuh Meski Banyak Tantangan

Pernyataan Musk tersebut menuai beragam respons dari warganet. Beberapa mendukung penuh visi jangka panjang sang miliarder. Namun, sebagian lainnya menyoroti tantangan dalam penyimpanan energi surya, terutama dari segi biaya dan efisiensi.

Kendati demikian, Musk tetap optimistis bahwa transisi menuju energi bersih berbasis surya akan terjadi secara luas dan tak terelakkan.

BACA :  Gasak Perhiasan, Pria asal Sukasada Diamankan Polres Buleleng

 

Red Electrica: Energi Terbarukan Bukan Biang Masalah

Menanggapi isu yang berkembang, Presiden Red Electrica, Beatriz Corredor, menegaskan bahwa energi terbarukan tidak berkontribusi terhadap krisis listrik yang terjadi pada 28 April.

“Setiap jam, perusahaan listrik mengajukan kapasitas produksi dari berbagai teknologi sesuai sistem pasar mereka. Hari ini, 80 persen permintaan listrik dipenuhi oleh energi terbarukan. Energi terbarukan bukan masalahnya,” kata Corredor dalam wawancara dengan RTVE.

Data dari DW mencatat bahwa 60 persen listrik di jaringan Spanyol saat pemadaman berasal dari tenaga surya. Namun hingga kini belum ada bukti resmi yang menyatakan energi terbarukan menjadi pemicu insiden tersebut.

Spanyol sendiri tercatat sebagai produsen energi fotovoltaik terbesar ketujuh di dunia dan berada di peringkat keempat dalam proporsi tenaga surya dalam bauran energinya, berdasarkan laporan Global Electricity Review 2024.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular