Genjot Pembangunan Pertanian Libatkan Generasi Milenial

- Advertisement -
- Advertisement -

SINGARAJA, balipuspanews.com —  Pemerintah diharapkan lebih luas lagi melibatkan peran generasi muda akrab disebut generasi milenial dalam sektor pembangunan pertanian. Hal tersebut disampaikan Anggota DPR RI Made Urip dari Fraksi PDI Perjuangan saat penyerahan bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) di Desa Jinengdalem, Kecamatan/Kabupaten Buleleng, Minggu (8/3) siang.

 

Menurut Urip, regenerasi pertanian menjadi faktor penting yang harus diperhatikan oleh pemerintah, meski saat ini sudah ada tokoh-tokoh muda yang mulai melirik pertanian.

 

“Selain teknologi, butuh stimulan yang tepat untuk menumbuhkan minat kaum milenial. Misal, pemerintah daerah memberikan insentif untuk merangsang petani milenial. Ya, supaya mereka lebih semangat terjun dan menekuni dunia pertanian,” kata Urip didampingi anggota Komisi I DPRD Buleleng, Dewa Gede Sugiharto.

 

Urip menjabat Ketua Bidang Pangan pertanian petani dan lingkungan hidup DPP PDI Perjuangan menyebut insentif bisa berupa bantuan permodalan atau mengajak petani milenial melakukan study banding pertanian.

 

“Karena apa? Ya, karena sektor pertanian merupakan tulang punggung NKRI sebagai negara Agraris,” imbuhnya.

BACA :  ‎KONI Bali Tinjau Kesiapan Venue Porprov XVII di Buleleng, Anggaran Perbaikan Disiapkan Rp28 Miliar

 

Nah, dengan tumbuh dan berkembangnya pembangunan sektor pertanian di Bali, akan menjadi daya tarik tersendiri penunjang sektor pariwisata.

 

“Jika pembangunan sektor pertanian memiliki kualitas, tentunya bakal memberikan nilai kesejahteran tersendiri bagi masyarakat,” terangnya.

 

Sementara, anggota DPRD Buleleng, Dewa Gede Sugiharto mengapresiasi bantuan digelontorkan oleh Made Urip. Bantuan alsintan berupa traktor dan mesin penggiling padi mampu menunjang produksi pertanian. Pun program Kebun Bibit Rakyat (KBR) juga Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) bersumber dari APBN dengan nilai besaran Rp 1,3 miliar.

 

Imbuh Dewan Sugiharto, khusus Hibah Kabupaten (bansos) APBD digelontorkan besarannya Rp 545 juta.

 

“Bansos APBD Rp Rp 545 juta digelontorkan kepada 15 dadia, 5 kelompok masyarakat di desa  Jinengdalem. Sedangkan bantuan APBN diberikan kepada 10 kelompok subak, dan ada 1 subak abian dari desa Kayu Putih Melaka, Kecamatan Banjar. Semua itu murni melalui jalur aspirasi DPR RI Made Urip,” ungkapnya.

 

Dewan Sugiharto berharap bantuan itu nantinya mampu mengembangkan dan meningkatkan produksi pertanian.

BACA :  ‎Simpan Sabu dan Senjata Api Rakitan Selama 15 Tahun, Petani di Buleleng Diamankan Polisi

 

“Semoga bantuan ini mampu meningkatkan penghasilan para petani di Buleleng. Ya, harapannya petani mampu mengembangkan dan memproduksi pupuk organik untuk dimanfaatkan dalam budi daya tanaman pertanian pangan di kelompoknya masing-masing,” tutupnya.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular