Gunung Agung Erupsi Setiap Sepuluh Hari

- Advertisement -
- Advertisement -

Karangasem, balipuspanews.com – Hujan abu akibat erupsi gunung agung Minggu ( 10/6) 2018 malam, membuat Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi ( PVMBG) bekerja ektra keras untuk memastikan status gunung terbesar di Bali itu.

Kasubid mitigasi gunung api wilayah Timur, Dr Devi Kamil Syahbana menyebutkan, hujan abu dan pasir memang berasal dari dasar kawah Gunung Agung.

“ Iya itu hujan pasir berasal dari tumpukan lava di dalam kawah,” ujarnya saat dikonfirmasi

Disinggung kemungkin terjadi erupsi susulan, Kemil menyebut erupsi susulan masih mungkin terjadi. Oleh karena itu PVMBG masih melarang aktivitas di dalam radius  4 km dari puncak kawah Gunung Agung.

Disisi lain, berdasarkan periode letusan yang terjadi sebelumnya, Devi Kamil memperkirakan letusan Gunung Agung terjadi setiap 10 hari sekali, seperti pada tanggal 19 Mei, 29 Mei dan sekarang tanggal 10 Juni 2018 kembali terjadi erupsi. Kendati demikian hitungan tersebut menurutnya hanya sebatas perkiraan semata bukan hitungan pasti paling tidak bisa diantisipasi sehingga tidak mengagetkan.

BACA :  Hamid Noor Yasin Sampaikan Duka Cita Atas Insiden KM Virgo Transport 8 di Perairan Masalembo

“ Setiap 10 harian terjadi erupsi, ya bukan hitungan pasti tapi setidaknya kita bisa antisipasi dan tidak kaget jika kembali erupsi,” tandasnya.

Seperti diketahui Gunung Agung kembali erupsi pukul 22.14 Minggu ( 10/6) malam. Hujan abu terlihat dibeberapa wilayah di Karangasem. Bahkan, abu sampai di Bangli dan Gianyar utara. ( igs/sur)

 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular