Bupati Giri Prasta disaat menghadiri upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Krama Banjar Dajan Peken Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Jumat (7/6)
Bupati Giri Prasta disaat menghadiri upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya Krama Banjar Dajan Peken Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Jumat (7/6)
sewa motor matic murah dibali

MENGWI, balipuspanews.com – Krama Banjar Dajan Peken Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi menggelar upacara Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya, nyekah bersama, metatah, metelu bulan dan mepetik, Jumat (7/6).

Upacara tersebut dihadiri Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta beserta Penglingsir Puri Ageng Mengwi A.A. Gde Agung, Kabag Humas Badung Putu Ngurah Thomas Yuniarta, tokoh masyarakat Made Yudana. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Camat Mengwi I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra beserta unsur Tripika Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Penarungan Ni Wayan Kerni, Bendesa Adat Penarungan I Made Widiada, Kelian Adat dan Dinas se-Desa Penarungan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Giri Prasta berkesempatan meninjau bale peyadnyan tempat upacara nyekah dan melihat prosesi metatah (potong gigi) serta dilanjutkan dengan penyerahan bantuan Pemerintah Kabupaten Badung untuk pelaksanaan kegiatan ini sebesar Rp. 300 juta.

Ketua Panitia Karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya, I Ketut Hartana mewakili masyarakat Br. Dajan Peken Desa Penarungan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Badung dalam hal ini kepada Bapak Bupati yang sudah banyak membantu masyarakatnya baik dibidang infrastruktur, upakara serta pelaksanaan upacara yadnya.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Bupati Badung beserta jajarannya yang telah banyak membantu masyarakat kami, mulai dari pembangunan balai banjar dan pembangunan Pura Luhur Natar Sari semuanya telah direalisasikan oleh Bapak Bupati, sehingga krama kami didalam melaksanakan kegiatan adat maupun dinas dapat terlaksana dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketut Hartana melaporkan kegiatan Karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya di Banjar Dajan Peken, Desa Penarungan telah berdasarkan perarem dan awig-awig. Kegiatan ini dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. “Upacara tahun ini

telah berlangsung sejak tanggal 20 Mei 2019. Dengan rincian, peserta Nyekah sebanyak 18 sawa, Metatah 13 orang, Mepetik dan Metelubulanan 18 peserta,” terangnya.

Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta dalam sambutannya sangat mendukung karya Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya yang dilaksanakan oleh krama Br. Dajan Peken, Penarungan. Bupati mengatakan memang banyak waktu dan dana masyarakat habis untuk meyadnya. Untuk itu dirinya selaku Pemerintah Kabupaten Badung selalu hadir ditengah-tengah masyarakat guna membantu meringankan kebutuhan masyarakat baik kebutuhan pribadi maupun kebutuhan komunal dari masyarakat.

“Kami paham masyarakat banyak waktu dan uang yang dibutuhkan dalam melaksanakan upacara adat, untuk itu kami hadir untuk membantu meringankan dana yang dikeluarkan, sehingga dana yang mesti dikeluarkan untuk upacara yadnya dapat dikelola di rumah tangga dengan harapan ekonomi masyarakat akan naik dan kemiskinan dapat turun hingga nol persen,” ujar Bupati Giri Prasta.

Bupati juga mengharapkan masyarakat Br. Dajan Peken harus bersatu, karena dengan bersatu berarti setengah perjuangan sudah berhasil, sebaliknya kalau masyarakat tidak bersatu maka setengah perjuangan akan gagal. “Dengan bersatu apapun pembangunan yang dilaksanakan akan berhasil baik itu di Desa, Kecamatan dan Kabupaten,” terangnya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati juga mengharapkan agar Upacara ini dilaksanakan sesuai dengan sastra Agama Hindu. Didalam upacara Pitra Yadnya umat Hindu mempercayai tentang reinkarnasi atau terlahir kembali. Kaitannya dengan upacara nyekah Bupati menjelaskan tentang tata cara yang benar saat ngelinggihan sang hyang pitara di kemulan merajan dengan konsep padu muka.

“Konsep padu muka merupakan tata cara yang benar pada saat upacara ngelinggihang sang hyang pitara di kemulan merajan, dimana posisi kita saat ngelinggihang berhadapan dengan pelinggih kemulan.

Disisi kiri posisi kita (utara) merupakan tempat linggih sang hyang pitara istri (perempuan) dan disisi kanan posisi kita (selatan) adalah linggih sang hyang pitara lanang (laki-laki), sedangkan di posisi tengah merupakan linggih siwa guru,” jelasnya. (cita/bpn/tim)