Jumat, Juni 14, 2024
BerandaDenpasarHati-hati Pinjaman Online, Jangan Mudah Tergiur

Hati-hati Pinjaman Online, Jangan Mudah Tergiur

DENPASAR, balipuspanews.com –  Perkembangan Teknologi Informasi (TI) saat ini menjadikan sebagian besar pekerjaaan dipermudah melalui gawai atau gadget hingga transaksi keuangan dapat dimudahkan. Namun, perlu diperhatikan dapat dampak negatif yang ditimbulkan dan agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming cepat, mudah, dan ga ribet.

Belakangan ini maraknya pinjaman online (Pinjol) ilegal menjadi perhatian serius pihak kepolisian karena merugikan masyarakat. Disamping tidak memiliki badan hukum yang kuat, Pinjol juga melakukan penyaluran pinjaman yang tidak sewajarnya seperti perbankan yang diakui secara sah oleh Pemerintah

Anggota DPR RI Dapil Bali, I Gusti Agung Rai Wirajaya angkat bicara terkait maraknya aksi Pinjol yang merugikan masyarakat. Dirinya menilai Pinjol dalam penyaluran uang tanpa adanya dasar hukum. Penyalur pinjaman yang selama ini diakui seperti; Bank umum atau konvensional, Bank Syariah, BPR maupun BPR konvensional.

Menurutnya, Pinjol ini hanya mengandalkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) saja, terkait dasar hukumnya tidak ada. Tentu, dengan tidak adanya badan hukum, tidak akan kuat dalam melakukan kegiatan di masyarakat.

BACA :  Tekan Berkembangnya Joged Bumbung Senonoh, Disbud Undang Kelian Adat

“Mereka tidak bisa sembarangan melakukan kegiatan, hanya berdasar ijin prinsip saja,” katanya saat ditemui di Denpasar, Selasa (26/10/2021).

Wirajaya mensinyalir kegiatan ini ada oknum yang melakukan money laundering (tindak pencucian uang).

Maraknya Pinjol saat ini, perlu ditelusuri siapa dibalik kegiatan ini, dan uangnya darimana? Apakah dari penjualan narkoba atau pencucian uang hasil korupsi ini perlu ditelusuri.

Wirajaya mempertanyakan, bahwa dibandingkan dengan perbankan, uang yang disalurkan adalah dana masyarakat yang dikelola. Namun, untuk Pinjol ini dirinya mengaku belum tau jelas dana siapa yang disalurkan.

Anggota Komisi XI DPR RI ini berharap agar penyaluran Pinjol ini agar disetop dulu. Pasalnya tidak ada dasar hukum yang kuat melandasi transaksi Pinjol ini. Selain itu, dirinya juga berharap agar transaksi Pinjol ini agar diperketat. Berikan kesempatan kepada Bank umum saja dalam penyaluran pinjaman meski secara digitalisasi perbankan.

“Penyaluran Pinjol perlu diperketat. Mau tidak mau, ini akan merugikan bangsa kita sendiri,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat khususnya masyarakat Bali agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming mendapatkan pinjaman secara gampang dan mudah.

BACA :  Wakil Petenis Pemkab Badung Siap Tarung di "Turnamen Tenis Bali Bangkit 2024"

“Masyarakat jangan tergiur iming-iming gampang di depan, sakit di belakang. Bahkan sakitnya masuk ke jurang,” imbau politisi senior Partai PDIP ini kepada masyarakat.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular