Himbauan Satpol PP Klungkung Tak di Gubris, Dewa Rai Turun Langsung

180
Sat Pol PP Provinsi Bali gelar sidak
Sat Pol PP Provinsi Bali gelar sidak

KLUNGKUNG, balipuspanews.com- Penertiban Penambangan galian pasir liar di daerah aliran sungai (DAS) tukad Unda yang beberapa kali dilakuakan Satpol PP Klungkung tidak digubris penambang. Hal tersebut membuat Salpol PP geram dan melaporkan langsung ke Satpol PP Provinsi dan langsung diatensi Kabid tramtib Dewa Rai Dharmadi turun langsung melakukan Penertiban.

Pada kesempatan itu Kabid tramtib Dewa Rai Dharmadi sebagai pimpinan team bersama anggota dan beberapa PPNS Bali, yang juga di buckup Pol PP Klungkung telah menutup paksa aktivitas penggalian oleh masyarakat.

Esensi dari tindakan penutupan paksa penambangan liar, kata Dharmadi, bukan menutup peluang pengelolaan DAS. Ia berharap, DAS Tukad Unda dapat dikelola dengan profesional oleh pemangku kebijakan.

“DAS ini kan dialiri lahar dingin dari letusan gunung, kalau tidak dikelola, timbunannya meningkat dan mengancam jembatan Tukad Unda,” paparnya.

Pihaknya memberikan teguran keras dululah pada mereka, kalau setelah ini masih juga mereka melakukan aktivitasnya baru nanti kita ambil langkah-langkah hukum untuk memberikan efek jera.

Setelah laporan masuk ke Satpol PP Provinsi selanjutnya ditangani sesuai kewenangan perijinannya berdasarkan peraturan daerah (Perda) No. 4 tahun 2017 tentang Pengelolaan Pertambangan Mineral Bukan Logam dan Batuan.

Selain itu, lanjut Dharmadi, akibat aktivitas penggalian liar itu sangat berbahaya bilamana ada air bah atau lahar dingin sewaktu waktu dapat menimbulkan korban jiwa karena aktivitas Gunung Agung sesekali masih memuntahkan lahar dingin dan sungai unda bisa saja terjadi air bah di musim penghujan saat ini yang perlu antisipasi.

Pada kesempatan itu pula Dharmadi menghimbau kepada masyarakat yang kebetulan tinggal di bantaran sungai untuk waspada terhadap semua kemungkinan yang terjadi karena di hulu sungai beberapa kali sudah sempat ada banjir bandang dan luapan lahar dingin.

Saat penutupan paksa penambangan yang dilakukan masyarakat setempat secara tradisional ditemukan 10 orang penambang disepanjang daerah aliran sungai (DAS) tukad Unda, kata Dharmadi yang juga selaku Plt. Kepala Bidang Penegakan Hukum Satpol PP Bali. (bud/bpn/tim)

Loading...