Hujan Deras Senderan Rumah Warga Jebol, Satu Rumah Rusak

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Hujan deras yang mengguyur sebagian besar Wilayah Kabupaten Buleleng, pada Minggu (3/3/2024) siang, mengakibatkan senderan rumah warga jebol atau longsor di Desa Umajero dan Desa Panji Anom.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Buleleng kejadian pertama menimpa senderan rumah berukuran panjang 9 meter dan tinggi 8 meter milik Putu Witaya di Dusun Dauh Pangkung, Desa Umajero, Kecamatan Busungbiu, Buleleng. Akibat jebolnya senderan membuat rumah milik Putu Sujaya mengalami kerusakan hampir 90 persen dan beberapa surat penting, barang-barang isi rumah miliknya masih tertimbun material longsor dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 100 jutaan.

Kemudian kejadian kedua terjadi di Dusun Abasan, Desa Panji Anom, Kecamatan Sukasada, Buleleng menimpa senderan milik warga bernama Made Subrata berukuran panjang 14 meter dan tinggi 6 meter sekitar pukul 14.30 WITA. Beruntung longsor tidak mengenai rumah warga sekitar, akan tetapi kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 30 jutaan.

“Sesuai laporan yang kami terima ada dua kejadian senderan jebol yang masuk pada Minggu kemarin, dari dua kejadian tersebut tidak ada korban jiwa karena kebetulan terjadinya di siang hari saat warga masih beraktivitas,” ungkap Kepala BPBD Kabupaten Buleleng I Putu Ariadi Pribadi saat dikonfirmasi Senin (4/3/2024).

BACA :  dr. Lula Kamal Tinjau Layanan JKN di RSUD Klungkung, Pastikan Peserta Tak Alami Kendala

Sebagai langkah awal, Ariadi mengaku telah menyerahkan dua buah terpal, dua selimut, dan dua matras di Dusun Dauh Pangkung, Desa Umajero. Sedangkan untuk di Dusun Abasan, Desa Panji Anom pihaknya telah menyerahkan sebuah terpal untuk menutup senderan yang longsor.

“Untuk yang di Desa Umajero tim dibantu Pemdes dan warga telah melakukan penanganan kemarin petang sampai dengan malam. Untuk di Panji Anom kami sudah serahkan terpal untuk menutup senderan yang jebol,” imbuhnya.

Setelah kejadian tersebut, Ariadi berharap kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Buleleng agar selalu waspada. Sebab bencana alam bisa terjadi kapan saja dan dimana saja. Apalagi kondisi cuaca yang masih musim penghujan sehingga bencana alam seperti tanah longsor, angin kencang dan pohon tumbang selalu mengintai di sekitar.

“Kami tidak pernah lelah mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dalam segala situasi dengan cuaca seperti saat sekarang yang tidak menentu,” pungkas dia.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular