BULELENG, balipuspanews.com – Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Perusahaan Umum Daerah Air Minum Tirta Hita Buleleng (Perumda THB) didorong terus melakukan evaluasi dan terobosan dalam pelayanan kepada konsumen atau masyarakat.
Sebagai langkah awal, Penjabat (Pj) Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) Perumda THB menginstruksikan supaya perusahaan ini melakukan Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) sebanyak dua tahun sekali.
“Ini sebagai sebuah bentuk evaluasi karena Perumda THB merupakan perusahaan publik yang melayani masyarakat luas,” tegasnya ditemui usai menghadiri puncak peringatan HUT ke-37 Perumda THB tahun 2023 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Minggu (10/9/2023).
Lihadnyana menjelaskan hal-hal yang menjadi poin pengarahannya di puncak peringatan HUT ke 37 Perumda THB ini, pertama bagaimana Perumda THB sebagai perusahaan umum publik dinilai oleh masyarakat umum. Sehingga diperlukan SKM untuk mengetahui tingkat kepuasan dan juga mengetahui apa yang diperlukan oleh masyarakat.
“Sehingga kita mengetahui apakah layanan kita sudah memberikan kepuasan atau tidak kepada masyarakat. Mengetahui pula apa kekurangan kita. Itu harus dilakukan agar tahun depan bisa lebih baik dari sekarang,” jelasnya.
Kemudian kedua, Perumda THB harus melakukan efisiensi sebagai konsekuensi dari digitalisasi. Dengan efisiensi, tidak ada kebocoran atau pemborosan yang tidak perlu. Salah satu bentuk efisiensi adalah dengan tidak menambah pegawai. Peringatan untuk tidak menambah pegawai sudah diberikan karena adanya digitalisasi ini.
“Beban kerja harus diukur dengan cermat. Lebih baik, pegawai yang sudah ada ditingkatkan kapasitasnya dan kompetensinya untuk bisa meningkatkan pelayanan publik,” ungkapnya.
Disisi lain, Direktur Utama Perumda THB I Made Lestariana menyebutkan sebagai badan usaha layanan publik, perusahaan yang dipimpinnya telah melakukan SKM setahun sekali. Terakhir, SKM dilakukan pada bulan Januari 2023. SKM tersebut disebar melalui aplikasi perpesanan ke enam ribu pelanggan.
“Hasilnya hampir 99 persen menyatakan puas atas pelayanan kami. Selanjutnya, kami akan ikuti arahan KPM untuk melaksanakan SKM setahun dua kali,” sebutnya.
Lantas mengenai digitalisasi, pihaknya menambahkan bahwa perusahaan selama ini telah mengembangkan sistem informasi berbasis aplikasi. Pihaknya terus memacu jajarannya khususnya di Bagian Penelitian dan Pengembangan (Litbang) untuk terus mengembangkan aplikasi.
Aplikasi tersebut mengarah kepada tidak digunakannya lagi kertas saat pendaftaran. Sehingga, perusahaan bisa memberikan pelayanan secara cepat.
“Kita memang harus seperti itu agar tidak ketinggalan. Masyarakat yang ingin mendapatkan pelayanan juga tidak harus menggunakan kertas dan datang ke kantor. Tidak menggunakan kertas. Hanya memasukkan data-data yang diminta dalam aplikasi,” pungkas Lestariana.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



