Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali
Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali

DENPASAR, balipuspanews.com – Pada jaman yang semakin moderen ini, tidak sedikit umat memandang berjapa itu remeh. Demikian yang diungkapkan oleh seorang sulinggih Ida Rsi Bhagawan Smerthi Kusuma Wijaya Sebali dari Griya Kusuma Sebaliknya, Denpasar.

Dihubungi via telepon selulernya pada Kamis (2/4) Ida Rsi Bhagawan menyebutkan manfaat japa sangat banyak. Terlebih lagi manusia memiliki karakter diri bisa karena biasa.

Artinya apabila seseorang biasa mensugestikan diri atau afirmasikan diri melalui hal-hal positif justru bisa menjadi doa paling ampuh. Apalagi diucapkan secara berulang-ulang.

“Japa sendiri bermakna pengulangan mantra suci selama beberapa kali yang dilakukan dengan berbagai jalan,” ungkapnya.

Ida Rsi Bhagawan menjelaskan bahwa pengucapan japa mantra sebagai jalan spiritual menuju kesadaran sejati. Dengan sarana japamala, berfungsi sebagai permohonan untuk dapat menghancurkan segala dosa dalam siklus punarbhawa dan menghancurkan segala awidya.

“Japa berasal dari dua kata, yaitu “ja” artinya menghancurkan siklus kelahiran-kematian dan “pa” artinya menghancurkan segala dosa. Jadi japa berarti menunjukkan pahala bagi mereka yang berjapa,” jelasnya.

Lebih jauh Ida Rsi Bhagawan mengatakan japa yang baik diiringi dengan pranayama dan memfokuskan pikiran dan bisa dilakukan setiap waktu. Namun sesuai pakem di Bali, waktu untuk pemujaan disesuaikan dengan tri sandya.

Untuk pagi antara pukul 04 hingga 06 atau galah Brahma Murti yang maknanya saat Tuhan mulai bekerja. Japa pagi bisa juga antara jam 06 hingga 08 pagi karena jam-jam itu masih fresh.

Siang hari bisa dilakukan antara pukul 12 hingga pukul 14 dan sore harinya antara pukuk 18 hingga 20. Diatas itu japa bisa dilakukan pada sekitar jam 21.00 hingga sebelum tidur.

Lebih jauh Ida Rsi Bhagawan menegaskan bahwa berjapa sangat penting dan bermanfaat bagi yang melakukannya. Terlebih lagi saat merebaknya wabah corona seperti saat ini. Diakuinya, memang bukan karena mewabahnya corona umat harus berjapa.

“Idealnya kita berjapa untuk selalu sugestikan diri hidup yang positif, sehat, berbahagia, shanti dan jagadhita,” tutupnya. ( rah/BPN/tim)