Gianyar, balipuspanews.com- Kapolsek Ubud, Kompol.I Made Raka Sugita,S.H menampik kalau tindakan kriminal penebasan leher anggotanya lantaran bermotif cemburu.
“Salah paham saja,” kata Kapolsek Ubud Kompol.I Made Raka Sugita,S.H ketika dimintai keterangannya kalau penebasan leher anggotanya lantaran bermotif cemburu, Senin (2/3).
Seperti diketahui berdasarkan informasi dikumpulkan di lapangan pada Minggu, (1/3) sekitar pukul 03.00 Wita, Korban Aiptu I Made Jaya (55) datang di warung Arema, Jalan Raya Sindu, Desa Sayan, Ubud dan langsung memesan minuman berupa teh hangat lalu duduk di kursi.
Pada saat itu dimana pad saat yang sama Saksi 1 bernama Neneng, sudah lebih dulu berada di Tkp dan duduk dalam satu meja dengan Korban yang sebelumnya sudah dikenal oleh Korban.
BERITA TERKAIT :
Beberapa saat kemudian Pelaku I Wyan Ind (27) yang diketahui merupakan salah satu anggota ormas di Bali datang mengendarai mobil Toyota Agya warna putih DK 1142 AK datang menghampiri Neneg dan marah karena Neneng tidak mau diajak oleh pelaku naik ke mobilnya, kemudian Pelaku mengambil gelas milik Korban dan memecahkan gelas di kepalanya sendiri sembari berkata “Saya sudah biasa memecahkan gelas di kepala.”
Karena tidak terima perlakuan Pelaku, Korban merasa tersinggung dan akhirnya terjadi percekcokan antara Korban dengan pelaku namun tidak sampai terjadi perkelahian.
Tidak lama kemudian Pelaku meninggalkan korban yang masih dalam posisi duduk di tempat semula dan kembali ke mobilnya mengambil sajam (parang) dalam posisi terhunus dan kembali menghampiri Korban lalu mengayunkannya ke gelas yang ada di atas meja hingga jatuh berserakan di lantai, setelah itu pelaku mengayunkan parang ke arah Korban dan mengenai leher sebelah kanan Korban sampai terluka dan Korban langsung ke kamar belakang yang ada di Warung Arema.
Sedangkan pelaku langsung meninggalkan TKP. Beberapa saat kemudian Korban diantar oleh Pecalang Desa Sayan ke RS. Ari Canti Mas Ubud.



