Kaki bule ditembak
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Kuta, balipuspanews.com – Tim Resmob Polresta Denpasar menembak kaki tersangka Komang Ada Arjawa (26) asal Br. Dinas Munti Gunung Tianyar Barat, Kubu Karangasem, usai menjambret turis asal India, Gaurav Singh, di dekat Central Parkir Kuta,  Sabtu (4/9) pagi.

Pemilik tattoo disekujur tubuhnya ini ditangkap Tim Resmob Polresta Denpasar di rumah kosnya di Jalan Griya Anyar dekat Bale Banjar Suwung Kauh, Denpasar Selatan, Selasa (28/8) sekitar pukul 10.00 Wita lalu.

Ia mengaku beraksi bersama temannya, Agus Casper yang kini masih diburu polisi.

“Tersangka Arjawa berperan sebagai pemetik, sedangkan temannya yang masih kami buron bertugas mengendarai sepeda motor,” ungkap Kasatreskrim Polresta Denpasar Kompol Wayan Arta Ariawan, Rabu (12/9).

Mengendarai sepeda motor jenis Scoopy warna hitam putih DK 3919 SX, kedua tersangka menjambret korban, Gaurav Singh asal India saat hendak menuju La Favela Bar di dekat Central Parkir Kuta, Sabtu (4/8) sekitar pukul 01.30 dinihari. “Kedua pelaku merampas HP Iphone 7 warna hitam ditangan korban dan langsung kabur,” bebernya.

Ditengah penyelidikan berlangsung, Tim Resmob Polresta Denpasar mendapati informasi Polres Gianyar menangkap salah satu rekan tersangka.

Setelah berkoordinasi, polisi berhasil menangkap tersangka Arjawa di rumah kosnya di Jalan Griya Anyar dekat Bale Banjar Suwung Kauh, Densel, Selasa (28/8) sekitar pukul 10.00 Wita lalu.

Setelah diinterogasi, tersangka mengaku sudah 7 kali menjambret yakni di Simpang Siur Kuta Maret 2018 lalu. Di Jalan Popies II Mei 2018 lalu. Di Jalan Dewi Sri Kuta July 2018 lalu. Di Jalan Popies Kuta July 2018 lalu. Di Jalan Legian Kuta Agustus 2018 lalu.

Di Jalan Simpang Sunset Road Imam Bonjol Agustus 2018 lalu dan terakhir di Central Parkir Kuta.

“Dia melawan dan kabur saat diajak menunjukkan TKP dan kami berikan tindakan tegas dengan melumpuhkan kakinya,” tegas mantan Kasatreskrim Polres Badung ini. (pl/bpn/tim)

 

 

 

Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta Utara membekuk dua lady boy Salon Berbi di Jalan Popies 1 Gang Sorga Kuta, pada Sabtu (01/9) sekitar pukul 17.30 Wita. Keduanya terlibat penganiayaan terhadap warganegara Swiss, Luca Dario Bottacin (26) di depan Old Man’s Restoran di Jalan Batu Bolong Desa Canggu, Kuta Utara, Kamis (23/8) dinihari lalu.

 

Menurut Kapolsek Kuta Utara AKP Yohannes Nainggolan didampingi Kanitreskrim Iptu Andro, kedua lady boy yang ditangkap yakni Okta Viandri (28) asal Darah Putih Porong Giambang Desa Lubuk Pandan dan Muhamad Irfan Dinil (22) asal Jalan Thamrin nomor 62 Desa Ganting Parah Gagang, Padang Timur.

 

Kedua tersangka terlibat pengeroyokan hingga menyebabkan Luca Dario Bottacin mengalami luka-luka disekujur tubuhnya. Pelajar asal Swiss itu dianiaya persis di depan Old Man’s Restoran di Jalan Batu Bolong Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Kamis (23/8) lalu.

 

Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta Utara mendatangi TKP untuk melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi saksi. Salah seorang sekuriti Old Man’s Restoran membenarkan adanya pengeroyokan terhadap tamu asing.

 

Saksi mengatakan pelakunya salah seorang lady boy berciri-ciri kulit hitam, rambut pendek dan pemilik salon Barbei diseputaran Jalan Popies 1 Gang Sorga, Kuta. “Setelah melaporkan kasusnya, korban berangkat ke negaranya, Swiss,” beber Kapolsek, Rabu (12/9).

 

Menindaklanjuti laporan korban, Tim Opsnal Reskrim Polsek Kuta Utara menyelidiki dan mendapati dua tersangka sedang melayani costumer di salon Berbei miliknya. Namun polisi tidak berani menangkap karena yang mengenal wajah pelaku adalah korban.

 

“Kami mencoba menghubungi korban di luar negeri dan kami tunjukkan wajah pelakunya. Korban tidak berani menuding pelakunya karena tidak melihat langsung,” ujar AKP Yohannes.

 

Akhirnya polisi menginterogasi kedua tersangka dan mengakui mengeroyok korban di depan Old Man Restoran. Berdasarkan pengakuan tersebut, kedua tersangka digiring ke Mapolsek Kuta Utara untuk pemeriksaan lebih lanjut. PL

 

 

Tinggalkan Komentar...