Denpasar, balipuspanews. com –
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pusat Ida Dewa Agung Swasta, Pengelingsir Puri Denbencingah Klungkung mengimbau agar Umat Hindu dalam rangka merayakan Hari Raya Nyepi di bulan Maret jangan mudah terprovokasi oleh situasi kerukunan umat beragama yang banyak medapat cobaan di tahun politik ini.
Hal ini Ida Pengelingsir sampaikan pada saat menerima Manggala dan nayaka Nangun Yadnya Merajan Agung Dalem Segening, Ide Dewa Kasa Samsam , Rabu, (21/2) di Puri Denbencingah –Denpasar.
Tokoh nasional disela sela kesibukan sebagai pemimpin FKUB dan Pengusaha ini lebih lanjut menyampaikan kita mesti selalu waspada bukan saja Umat Hindu melainkan seluruh umat beragama di Bali yang sudah begitu kuat toleransinya , jangan sampai renggang akibat ulah oknum oknum mengatasnamakan agama membuat kekacauan, terlebih momen hari raya Nyepi.
Di tingkat pimpinan umat beragama baik itu Islam, Kristen, Buda ,Hindu selalu rukun ,untuk bersatu dan saling menghargai perbedaan keyakinan sehingga kedamain bersama dapat terwujud. Tetapi pada saat ini terjadi provokasi provokasi dengan mendomplengi /berkedok agama dicoba untuk diadu domba, kita semua harus waspada terhadap cara cara tersebut. Saya banyak memberikan ceramah didepan saudara umat Islam, Kristen ,Buda ,kita baik baik saja “ ujarnya.
Tahun politik banyak kejadian tindakan intolerant yang dimunculkan dimedia massa, maupun media sosial yang marak , apa lagi berita Hoak yang masuk sampai lapisan bawah bisa viral dan mempengaruhi pradigma berpikir masyarakat , karena berita hoak tidak ada yang cepat melakukan klarifikasi kebenaran beritanya sehingga menyulut saling caci mencaci, dampaknya bisa mengoyahkan kerukunan yang telah terbangun. Memang ada ulah oknum oknum yang tidak bertanggung jawab memakai moment tahun politik untuk membuat kekacauan dan kami sepakat dalam FKUB akan tetap melakukan konsoludasi, kordinasi agar kerukunan tetap terjaga baik. Bali masih dijadikan contoh toleransi yang cukup secara nasional dan international, karena kami di FKUB baik Umat Islam,Kristen, Buda ,Hindu dan kepercayaan lainnya bergandengan tangan untuk menjaga toleransi yang telah kita bina sejak jaman Bali kuno hingga kina” kata Pengelingsir Agung Puri Denbencingah Klungkung ini .
Lalu bagaimana dengan peristiwa di Pura Agung Semeru, Lumajang Jawa Timur sejumlah patung dengan nilai arsitektur/seni tinggi dirusak dengan kapak beliau mengatakan peristiwa pengerusakan ini sedang diselidiki aparat hukum disana , ini dilakukan oknum oknum yang menginginkan kekacauan di Negara kita melalui ranah sakral , bukan saja pura dan banyak juga tempat ibadah umat lain juga diperlakukan tidak beretika , untuk mengindari hal seperti itu ya kita tokoh agama saling merapatkan diri cepat turun tangan , jangan kita umat beragama diadu domba ,Kita masyarakat harus cerdas menyikapi peristiwa itu para oknum oknum memanfaat moment politik ini yang bertujuan untuk mengacaukan situasi kamtibmas “ pungkas Ketua FKUB pusat ini disela sela kesibukan beliau menerima sejumlah tamu dan awak media eletronik Tv nasional di Puri Denbencingah .



