BADUNG, balipuspanews.com – DPRD Provinsi Bali melalui salah satu Wakil Ketua, Nyoman Sugawa Korry dan Ketua Komisi II, IGK Kresna Budi melakukan peninjauan Bulog ke Desa Sempidi, Badung, Kamis (30/4/2020).
Didampingi para anggota Komisi II, peninjauan ini bertujuan untuk mengetahui secara riil ketersediaan beras dan gula pasir yang dimiliki Bulog di wilayah tersebut.
Hasilnya, sebut Sugawa, tersedia sebanyak 150 Ton gula pasir, dan akan bertambah dua kali lipat, 300 Ton, dalam dua minggu mendatang. Hal itu berarti ketersediaan gula pasir masih terbilang aman.
Selain itu, ketersediaan beras dalam jangka pendek juga terbilang aman, namun yang mengkhawatirkan adalah jangka panjangnya.
“Saya melihat langsung stok di gudang Sempidi ada 700 Ton dan diinfokan untuk seluruh Bali tersedia 8000 Ton lebih. Dalam jangka pendek mencukupi, namun saya menyarankan agar stok untuk masa selanjutnya dipersiapkan,” katanya, ketika dimintai keterangan seusai peninjauan, Kamis (30/4/2029).
Adapun arahan untuk segera menyediakan beras ini lantaran pihaknya pesimis Bali menyediakan stok secara mandiri.
Pasalnya, harga yang ditawarjan Bulog lebih rendah dari harga pasar. Mengantisipasi stock out (kekurangan stok) beras, Sugawa Korry meminta agar Bulog meningkatkan koordinasi dengan dinas terkait untuk mengetahui pergerakan daya konsumsi masyarakat.
“Agar jangan sampai terjadi kekurangan stok minimal, karena psikologi pasar akan terpengaruh,” kata dia.
Terlebih ada kebijakan pemerintah yang memungkinkan Dana Desa Adat dan Dana Desa dapat disalurkan berupa Bantuan Langsung Non Tunai.
Dengan demikian, dalam waktu dekat ini dibutuhkan banyak beras kualitas medium dengan harga yang terjangkau. Dia menambahkan, apabila upaya antisipasi terlambat, kondisi seperti itu biasanya dimanfaatkan oleh para spekulan, dan masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.
“Saya mengimbau, pemberian bantuan-bantuan kepada masyarakat seperti beras, gula, dan sebagainya yang bersumber dari APBD/APBN hendaknya jangan dikaitkan dengan hal-hal lainnya,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Bali, IGK Kresna Budi berharap agar bantuan jaring sosial bisa terlaksana.
“Mudah-an bantuan jaring sosial bisa terlaksana sampai ke tingkat terbawah,” katanya.(Art/BPN/tim)



