Jelang PTM, Dewan Minta Pengecekan Kondisi Sekolah Dilakukan

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Pandemi Covid-19 hampir telah terjadi selma dua tahun lebih. Tentunya keadaan itupun kini mulai mereda sehingga wacana Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas yang menurut rencana digelar Juli 2021 jika kasus Covid-19 di Buleleng mereda, ternyata masih terdapat kendala.

Kendala itu bukan soal dengan penyediaan sarana protokol kesehatan, akan tetapi masih adanya sarana dan prasarana sekolah belum memadai pasca adanya wacana PTM di gelar bulan Juli.

Seperti di SD Negeri 2 Kalibukbuk, yakni plafon pada ruang guru jebol dan ruangan tidak dapat difungsikan. Kerusakan pada plafon depan ruang guru tersebut sudah terjadi sejak setahun lalu, dan kondisinya semakin parah saat musim hujan.

Beruntung, selama ini tidak ada aktivitas belajar mengajar akibat pandemi, sehingga siswa hanya belajar Daring. Akibat kerusakan itu, para guru terpaksa harus pindah ruangan.

Kerusakan yang sama juga terjadi di SDN 2 Banjar Tegal, dimana kerusakan terjadi pada bagian plafon ruang kelas belajar siswa. Bahkan tiga batang bambu besar digunakan untuk menunjang plafon ruangan kelas untuk menahan sambungan kayu pada atapnya yang jebol.

BACA :  ‎KONI Bali Tinjau Kesiapan Venue Porprov XVII di Buleleng, Anggaran Perbaikan Disiapkan Rp28 Miliar

Kondisi ini, membuat sebagian orang tua siswa merasa khawatir dengan kondisi tersebut, apalagi pemerintah tengah menyiapkan untuk pelaksanaan PTM.

Menyikapi atas kondisi sarana dan prasarana yang dinilai kurang layak terjadi di beberapa sekolah itu, Sejauh ini, dari Komisi IV DPRD Buleleng mengakui sudah menerima laporan dari masyarakat terkait ada beberapa sarana dan prasarana sekolah yang kurang layak.

Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Disdikpora Buleleng terkait hal ini. Namun menurut Rani, sesuai informasi rencana pelaksanaan PTM secara terbatas memang akan digelar Juli 2021, hanya saja kini masih menunggu izin dari Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, melihat resiko zona penyebaran Covid-19.

“Kalau benar PTM, semua harus terkoordinasi dengan baik. Di SD 2 Banjar Tegal soal plafon kurang layak, kami koordinasikan dengan Disdikpora. Apakah bisa lewat dana BOS dipakai untuk perbaiki. Kalau bisa atau tidak, bisa Disdik turun bersama kami,” jelasnya saat dihubungi beberapa hari sebelumnya.

Menyikapi hal itu, Ketua Komisi IV dapil Tejakula-Kubutambahan ini pun pun meminta Disdikpora Buleleng turun untuk mengecek, jika memang kerusakan plafon parah dan harus diganti, maka segera dilakukan secepat mungkin, demi keselamatan anak didik.

BACA :  Bupati Badung Tegaskan Program Pembangunan Desa Harus Selaras dengan Kebijakan Kabupaten

Nantinya dalam penanganan sarana dan prasarana beberapa sekolah di Buleleng yang kurang layak jelang PTM secara terbatas, Komisi IV DPRD Buleleng siap mengambil kebijakan, yang nantinya akan dikoordinasikan dengan Pemkab Buleleng.

“Kami masih menunggu respon Disdik ke bawah. Jangan sampai kami yang punya ide PTM, terganggu akan hal ini. Intinya kami masih dalam tahap koordinasi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kadisdikpora Buleleng, Made Astika menyampaikan untuk beberapa bangunan sekolah yang rusak, pada tahun 2021 ini akan mendapatkan program perbaikan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). DAK tahun ini sejumlah Rp 40 miliar yang digelontor Pemerintah Pusat akan dilakukan untuk merehab 76 ruang kelas, membangun 15 unit jamban, 7 ruang UKS, 7 perpustakaan, dan 2 ruang guru.

“Beberapa paket program akan kami eksekusi, itu masih dalam proses pengadaan melalui tender. Itu sasarannya satuan pendidikan SD yang tersebar di seluruh Kecamatan yang menjadi wilayah tugas Disdikpora Buleleng,” terangnya.

Bahkan Made Astika memaparkan beberapa satuan pendidikan di luar SD yang membawahi Disdikpora, yakni PAUD dan SMP juga akan menerima paket rehabilitasi. Untuk itu, pihaknya meminta agar masing-masing satuan pendidikan melaporkan daftar yang menjadi kendala mereka pada bangunan sekolah.

BACA :  Petugas Kebersihan Temukan Orok di Sungai Shortcut, Jenis Kelamin Laki-laki

“Untuk data bangunan sekolah yang mengalami kerusakan, satuan pendidikan wajib melaporkan melalui Dapodik-nya. Kalau tidak terisi dengan baik, program untuk satuan pendidikan tersebut agak sulit kami lakukan. Nanti data itu kami sampaikan usulan. Setelah itu akan dilakukan verifikasi dari pusat,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular