JKN-KIS Jamin Biaya Perawatan Bayi Vergiyanti

Peserta JKN-KIS, Ni Luh Putu Ayu Dian Vergiyanti,25,.
Peserta JKN-KIS, Ni Luh Putu Ayu Dian Vergiyanti,25,.

BANGLI, balipuspanews.com- Ni Luh Putu Ayu Dian Vergiyanti,25, harus menunda rasa bahagianya sesaat ketika melahirkan anak keduanya. Begitu lahir, anak keduanya yang berjenis kelamin laki-laki mengalami gangguan karena sempat meminum air ketuban hingga tidak mau menangis seperti layaknya bayi yang baru lahir pada umumnya.

Dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangli langsung mengambil langkah cepat dengan merawat bayi Vergiyanti di ruang NICU selama 5 hari.

Selama menjalani perawatan tersebut, pembiayaan bayi Vergiyanti dibantu oleh Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

Dari pemeriksaan hingga melahirkan, ia memang telah menggunakan JKN-KIS yang ia dapat dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bangli. Tanpa JKN-KIS, menurutnya ia tidak akan mampu ia penuhi apalagi ia melahirkan secara caesar.

Baca Juga :  Rumah Sakit, Faskes, dan Nakes Diingatkan Tidak Diskriminasi kepada Pasien BPJS Kesehatan

“Saya merupakan keluarga yang tidak bergelimang harta. Benar-benar bersyukur saya memiliki JKN-KIS ini, karena semua biaya dari melahirkan hingga perawatan anak saya dijamin penuh tanpa ada biaya tambahan lagi,” ungkap ibu dua anak ini, Senin (14/2/2022).

Vergiyanti mengaku memiliki pengalaman melahirkan anak pertamanya tanpa menggunakan asuransi kesehatan dan ternyata ia mengeluarkan biaya yang cukup besar.

Semenjak pemerintah desa mendaftarkannya ke JKN-KIS segmen peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) ia mendapatkan kesempatan merasakan manfaat jaminan kesehatan yang komprehensif tanpa tersandung biaya lagi.

“Benar apa yang dikatakan tetangga saya, dengan JKN-KIS semua biaya dijamin asal sesuai prosedur. Proses menggunakannya pun mudah, saya hanya menunjukkan kartu JKN-KIS dan langsung mendapatkan pelayanan yang baik,” lanjutnya.

Baca Juga :  Riset Kolaborasi Mahasiswa Unud-UMM, Target Luaran Jurnal Nasional dan Haki

Saat ini kondisi bayi Vergiyanti sudah normal seperti bayi pada umumnya. Kebahagiaan Vergiyanti yang tertunda selama lima hari pun kini terbayarkan sebab bayinya tumbuh menjadi bayi yang sehat dan lucu.

Ia memiliki harapan agar Program JKN-KIS yang telah membantunya dapat berkelanjutan karena banyak Vergiyanti lainnya di luar sana yang sangat membutuhkan jaminan pembiayaan kesehatan.

“Dapat dibayangkan jika tidak ada JKN-KIS, mungkin banyak masyarakat yang kesulitan biaya untuk berobat. Semoga saja program ini dapat berlangsung secara terus-menerus dan semakin membantu masyarakat seperti saya,” ujarnya.

Penulis: Gde Candra
Editor: Oka Suryawan