DENPASAR, balipuspanews.com – Penyidik Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan menggelar rekonstruksi tewasnya penjaga villa, AA,54, yang dibantai oleh dua pelaku, MB,33, dan sepupunya, DR,24. Kedua pelaku sadis ini memperagakan 24 adegan hingga membakar jenazah korban di kamar mandi.
Rekonstruksi ini berlangsung di TKP Villa Jalan Gurita, Banjar Pegok, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan, pada Senin (7/7/2025). Kedua tersangka dikawal ketat aparat kepolisian dengan dengan tangan diborgol. Pihak Kejaksaan juga hadir dalam rekonstruksi tersebut.
Dari rekonstruksi terungkap adanya unsur perencanaan kematian korban. Sebelum pembunuhan terjadi, kedua tersangka bertemu di sebuah minimarket, kawasan Jalan Pulau Kawe, Denpasar, pada Jumat 23 Mei 2025 sekira pukul 21.00 WITA.
Selanjutnya, terlihat kedua tersangka masuk ke villa dan bertemu korban. Mereka bertiga sempat makan sambil mengobrol di ruang tamu. Beberapa saat, terjadi cekcok mulut antara tersangka MB dengan korban. Sementara tersangka DR istrahat di ruang tamu.
Keesokan harinya, pada Sabtu 24 Mei 2025 sekira pukul 01.00 dini hari, kedua tersangka mengeksekusi korban saat sedang tidur di sofa ruang tamu.
Diawali oleh tersangka MB mengambil cobek batu dan memukul dada korban sebanyak satu kali. Korban terbangun lalu duduk di sofa. Seketika tersangka DR memiting leher korban serta membekap mulutnya.
Dengan beringas, MB memukul dada dan mulut korban dengan tangan mengepal sebanyak tiga kali. Korban sempat berontak hingga terjadi aksi saling bergelut dengan tersangka DR. Melihat situasi itu, MB mengambil pisau di dapur, dan langsung menusuk perut pria asal Jawa Barat tersebut.
MB yang merupakan otak pelaku ini kembali menganiaya korban dengan potongan kayu, cobek batu, hingga kotak kayu. Bahkan, MB mengambil gunting dan diberikan ke DR, untuk dipakai menusuk leher Ade sebanyak dua kali.
Setelah tewas, jasad korban dibungkus dengan selimut dan dibawa ke toilet di dalam kamar tidur. Disana, kedua pembunuh sadis asal Bondowoso, Jawa Timur ini sempat mandi secara bergantian untuk membersihkan diri.
Mereka juga membersihkan bercak-bercak darah di lantai dengan menggunakan alat pel pembersih lantai. Sementara barang-barang yang ada bercak darah seperti handuk, sarung bantal, sarung sofa, pisau, gunting dan pakaian, dimasukan ke dalam kantong plastik.
Sebelum kabur, jasad korban ditumpukkan dengan kayu lalu dibakar dengan bensin yang dibeli dari warung kelontong di Jalan Raya Sesetan. Keduanya mengambil HP Samsung milik korban dan kabur ke Bondowoso dengan menggunakan mobil travel.
Dalam perjalanan, tas plastik merah yang berisi barang-barang di buang di daerah Jembrana. Sedangkan HP korban di buang ke tengah laut saat berada di kapal laut.
Sementara Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan rekonstruksi tersebut. Ia menerangkan, rekonstruksi dilakukan untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang kronologi kejadian, dan peran masing-masing pihak.
“Tadi ada 24 adegan dalam rekonstruksi yang berlangsung di Villa,” bebernya.
Sebelumnya, AKP Sukadi sempat membeberkan motif tersangka MB yang mengotaki pembunuhan karena asmara. MB penyuka sesama jenis ini cemburu terhadap korban yang telah memiliki pria lain. Selain itu, tersangka juga kecewa karena korban tidak menepati janji untuk memberikan uang hingga akhirnya dibunuh secara sadis.
Penulis: Kontributor Denpasar
Editor: Oka Suryawan



