Singaraja, balipuspanews.com – Musibah kebakaran melanda hutan lindung kawasan Bali Barat RTK 19 persisnya di Dusun Munduk Yeh Biu, Desa Patas, Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Minggu (3/9).
Tak tanggung-tanggung, hutan hampir seluas 2 hektar itu pun nyaris ludes terbakar.
Nah, kuat dugaan, musibah kebakaran terjadi sekitar pukul 10.00 wita diduga akibat puntung rokok ditambah kondisi dedaunan di hutan kering kerontang memudahkan kawasan tersebut dilahap kobaran api.
Sejumlah warga setempat yang mengetahui kejadian kebakaran, langsung mengontak petugas kehutanan.
Berselang beberapa jam kemudian, 15 petugas dibantu warga sekitar satu per satu mulai memadamkan titik-titik keberadaan api di hutan yang seluas 2 hektare tersebut dengan alat seadanya.
Kepala Polhut KPH Bali Utara, Nyoman Sumendra dihubungi mengatakan, terdapat 3 titik kobaran api melahap hutan negara dengan luas 2 hektar tersebut.
Sukendra memprediksi penyebab kebakaran hutan diakibatkan ulah para penggembala ternak sering diketahui memasuki kawasan hutan mencari pakan, hingga tanpa sengaja oknum tersebut membuang puntung rokok yang masih menyala.
“Mungkin karena ada putungan rokok masih menyala, sehingga api dengan cepat membakar hutan ditiga titik. Kami juga sudah mengambil tindakan cepat untuk memadamkan api, agar tidak merembet ke pohon-pohon yang lain di dalam hutan,” kata Sumendra, Senin (4/9).
Kendati petugas sempat kewalahan memadamkan api, sambung Sumendra, usaha petugas tidak surut untuk bisa memadamkan api. Petugas menyisir untuk memadamkan api mulai dari kawasan daerah Tukad Sumaga berjalan kaki menelusuri keberadaan titik-titik api.
“Selama ini masyarakat terlalu sering masuki kawasan hutan, tanpa disadari mereka pun ikut merusak hutan,” imbuhnya.
Untuk itu Sumendra menghimbau, agar masyarakat ikut serta menjaga dan melestarikan kawasan hutan.
“Kalau sudah hutan gundul, kan akibatnya longsor. Siapa yang rugi? Tentunya masyarakat yang akan dirugikan. Jadi, marilah bersama-sama menjaga kelestarian hutan ini,” tandasnya.



