Singaraja, balipuspanews.com – Kepala Pelaksana (Kalak) Harian BPBD Buleleng, Made Subur bersama dengan tim Basarnas Provinsi Bali terpaksa menghentikan pencarian potongan kaki milik korban Sutarsana.
Penghentian itu dilakukan berdasarkan kesepakatan antara pihak keluarga bersama dengan desa adat setempat.
“Keluarga menyarankan untuk menyetop, dihentikan. Hal itu dengan dasar pertimbangan resiko kerja yang tinggi. Apalagi posisi batu pilah di seputaran lokasi labil, kena hempasan angin batu itu pasti runtuh,” terang Subur.
Saat mayat di evaluasi pada Senin dinihari sekitar pukul 03.10 pihaknya pun kami harus ekstara hati-hati mengangkat jenazah korban Sutarsana.
“Pencarian potongan kaki milik Sutarsana resmi dihentikan pukul 11.00 wita,” imbuhnya.
Kalak BPBD Buleleng, Made Subur mengaku terketuk setelah melihat langsung keadaan keluarga korban yang berada dibawah garis kemiskinan.
Melihat fakta tersebut, pihaknya pun akan secepatnya memproses usulan santunan terhadap korban.
BERITA TERKAIT:
Jenazah Sutarsana Berhasil Dievakuasi, Pergelangan Kaki Putus
Detik-detik Sebelum Batu Pilah Raksasa Runtuh Menghantam Kardiasa
Kardiasa, Korban Selamat Runtuhan Batu Pilah Segera Menjalani Operasi
3 Penambang Batu di Buleleng Ditimpa Longsor, 1 Tewas Terjepit Batu
“Kasihan sekali melihat kondisi ekonomi keluarga korban, sangat memprihatinkan. Mereka termasuk keluarga miskin, dan kami secepatnya memproses usulan santunan baik korban meninggal dan selamat,” ungkapnya.
Masih kata Subur, jumlah santunan yang terutama bagi korban meninggal, pihaknya mengusulkan santunan sebesar Rp 15 juta.
“Bagi korban meninggal dunia dan menjalani perawatan, keduanya kami usulkan agar mendapatkan santunan. Bagi korban meninggal Rp 15 juta, sedangkan korban selamat agar bisa ditanggung gratis biaya perawatan,” pungkasnya.



