GIANYAR, balipuspanews.com – Sebuah rumah kos milik IDGW yang berlokasi di Desa Kedewatan, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, dilalap si jago merah, pada Jumat (22/5/2026) malam.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun enam kamar kos dan satu gudang mengalami kerusakan berat dengan total kerugian material diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 18.45 WITA. Berdasarkan keterangan saksi, saat itu listrik di area kos tiba-tiba padam. Salah seorang penghuni kos kemudian melakukan pengecekan dan mendapati adanya percikan api yang berasal dari meteran listrik pada salah satu kamar kos yang ditempati penghuni bernama IGMY
Percikan api tersebut dengan cepat menyambar kardus bekas yang berada di depan kamar dan membesar hingga merembet ke bagian atap bangunan.
Para penghuni kos sempat berupaya memadamkan api menggunakan selang air dan alat pemadam api ringan (APAR), namun kobaran api sulit dikendalikan.
Mengetahui kondisi tersebut, penghuni kos segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Gianyar dan melaporkan kejadian itu kepada Polsek Ubud.
Sekitar pukul 19.00 WITA, tiga unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.
Petugas damkar berjibaku memadamkan kobaran api yang melalap bangunan kos sepanjang kurang lebih 25 meter tersebut. Setelah hampir satu jam penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.52 WITA.
Kapolsek Ubud Kompol I Wayan Putra Antara mengatakan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut dan situasi berhasil dikendalikan sebelum api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.
“Api berhasil dipadamkan dan tidak sampai merembet ke bangunan lainnya. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk memastikan tidak ada lagi sumber api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan serta memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya.
Akibat kebakaran tersebut, enam kamar kos dan satu gudang dengan luas bangunan sekitar 4 meter x 25 meter mengalami kerusakan. Meski demikian, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Namun berdasarkan dugaan awal, kebakaran kemungkinan dipicu oleh korsleting listrik yang berasal dari meteran listrik salah satu kamar kos.
Pemilik kos dan para penghuni yang berada di lokasi menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Sementara itu, dua penghuni lainnya diketahui tidak berada di tempat saat kebakaran terjadi karena sedang bekerja dan pulang kampung.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk secara rutin memeriksa instalasi listrik guna mengantisipasi potensi korsleting yang dapat memicu kebakaran, terutama pada bangunan tempat tinggal dan rumah kos dengan tingkat penggunaan listrik yang cukup tinggi.
Penulis : Ketut Catur
Editor : Oka Suryawan



