Berita Dunia, CHINA – Kebangkitan pesat DeepSeek di dunia AI mengalami hambatan minggu ini setelah perusahaan teknologi China tersebut mengungkapkan bahwa mereka menjadi target serangan siber besar-besaran. Insiden ini terjadi tepat saat asisten AI DeepSeek menduduki posisi No. 1 di App Store Apple dan menjadi favorit di Google Play Store, yang memicu perbincangan di industri teknologi.
Pada Senin malam, waktu Beijing, DeepSeek mulai menyelidiki aktivitas mencurigakan di platform mereka. Dalam hitungan jam, perusahaan mengonfirmasi bahwa mereka tengah diserang. Untuk mengatasi situasi tersebut, DeepSeek sementara membatasi pendaftaran pengguna baru, meskipun pengguna yang sudah terdaftar tetap dapat mengakses aplikasi tanpa masalah. Pada Selasa pagi, perusahaan berhasil memulihkan fungsi penuh dan melanjutkan pendaftaran pengguna.
Chatbot DeepSeek telah banyak dibandingkan dengan ChatGPT dari OpenAI, namun sorotan terbesar datang dari efisiensinya. Dengan biaya pengembangan hanya sebesar Rp 75 miliar, DeepSeek berhasil menciptakan asisten AI yang kompetitif, meskipun dengan pembatasan ketat ekspor chip di China. Efisiensi biaya ini membuat perusahaan teknologi besar di AS khawatir.
Nvidia, produsen chip AI terkemuka, melihat sahamnya terjun 13,6% pada hari Senin, menghapus sekitar Rp 7.750 triliun dari nilai pasar. Penurunan ini mencerminkan kekhawatiran investor tentang seberapa cepat DeepSeek dapat menantang dominasi AI AS, terutama dengan kemampuannya bersaing meskipun tidak memiliki akses ke perangkat keras kelas atas.
Kebangkitan DeepSeek Memicu Perdebatan ‘Momen Sputnik AI’ dan Gejolak Politik
Reaksi terhadap kejadian ini tidak hanya terbatas pada Wall Street. Investor Silicon Valley, Marc Andreessen, menyebut kesuksesan DeepSeek sebagai “momen Sputnik AI” di platform X, yang mendorong para inovator AS untuk lebih memperhatikan. Vivek Ramaswamy pun menyuarakan hal yang sama, menyatakan bahwa ini adalah tanda peringatan, bukan krisis.
Presiden Donald Trump turut memberikan komentarnya. Dalam sebuah konferensi Partai Republik di Florida, Trump menyebut kebangkitan DeepSeek sebagai pengingat bagi perusahaan-perusahaan Amerika untuk tetap kompetitif. Dia memanfaatkan momen ini untuk mempromosikan inisiatif AI senilai Rp 7.750 triliun, Stargate, sebuah kolaborasi dengan OpenAI, Oracle, dan SoftBank, yang dijanjikan akan menjaga AS tetap unggul dalam perlombaan AI global.
Namun, pengumuman Trump menuai kritik dari beberapa pihak yang sudah dikenal. Elon Musk mempertanyakan transparansi pendanaan Stargate di platform X, terlibat dalam perdebatan dengan CEO OpenAI, Sam Altman, mengenai rincian keuangan proyek tersebut.
Bagi DeepSeek, serangan siber ini menjadi ujian lain untuk kemampuan mereka dalam berkembang secara global. Meskipun aplikasi ini telah membuktikan kekuatan teknisnya, tantangan terbaru ini menyoroti hambatan yang dihadapi dalam persaingan di panggung global. Saat ini, kebangkitan cepat DeepSeek telah membuat semua pihak, mulai dari Wall Street hingga Washington, mencermati langkah-langkahnya.



