Karangasem, balipuspanews.com -Sungguh ironis jika nelihat keadaan I Putu Selamet 12 tahun asal Dusun Badeg Tengah, Sebudi, Selat, Karangasem.
Disaat anak – anak sebayanya mengenyam pendidikan di sekolah, Putu Selamet harus menghabiskan seluruh waktunya selama bertahun – tahun meringkuk di tempat tidur lantaran menderita kelumpuhan sejak Putu dilahirkan. Kondisi Putu Selamet diperparah dengan kondisi ekonomi keluarga yang bisa dibilang masih berada dibawah garis kemiskinan, dimana ayah Putu Selamet, Kadek Suardana 34 tahun sehari – hari hanya bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu. Sedangkan ibunya Ni Putu Ayu 34 tahun tidak bisa bekerja karena seluruh waktunya dihabiskan untuk megurusi Putu dan mencari rumput sebagai pakan sapi peliharaannya.
“Dulu putu dilahirkan prematur saat usia kandungan baru 5 bulan, saat itu putu harus di oven selama 34 hari di rumah sakit Kelungkung. Kata dokter yang menangani, bahwa saat itu organ dalam seperti paru – paru dan hati Putu belum sempurna karena lahir di usia kandungan baru 5 bulan. Namun seiring waktu berjalan kami menyadari bahwa Putu mengalami kelumpuhan seperti saat ini,” kata Kadek Suardana kepada balipuspanews.com bersama Babinsa Sebudi, Serma TNI Kadek Carma Utama dan Babinkamtibmas Aiptu Made Suinten saat berkunjung kerumahnya, Jumat (7/7).
Ketika balita, saat putu diketahui mengalami kelumpuhan sempat dianjurkan untuk dilaukan oprasi oleh dokter, namun kami trauma dan takut karena ada tetangga kami setelah dioprasi malah pen yang dipasang dalam kakinya terlepas. Selama ini diakui Suardana sudah berupaya mengobati Putu, dengan cara pijat tradisional.
“Sudah beberapa kali di bawa ke tukang pijat tradisional bahkan sampai dibawa ke tukang pijat di daerah Gianyar, namun sampai saat belum membuahkan hasil,” ungkap Suardana.
Suardana bersama istri dan tiga anaknya tinggal dalam satu bangunan rumah yang terbagi menjadi dua kamar beratapkan seng dan bedeg (anyaman bambu) sebagai temboknya. Sedangkan untuk kebutuhan air dan listrik juga nebeng dari prusahaan galian C yang ada didekat rumahnya. Selain itu keluarga tersebut juga tidak memiliki WC sebagai MCK sehari – hari.
Dirinya sangat berharap agar putra pertamanya tersebut mendapat bantuan dalam pengobatannya sehingga bisa bersekolah seperti anak lain seusianya, karena Putu juga sempat mengutarakan bahwa ingin bersekolah juga.
Sebelumnya putu juga sudah sempat diusulkan oleh Babinkamtibmas Desa Sebudi Aiptu Made Suinten agar Putu mendapatkan bantuan kursi roda, sehingga putu tidak terpuruk hanya diam di tempat tidur mengingat anak tersebut cukup enerjik dan bersemangat.



