sewa motor matic murah dibali

BADUNG, balipuspanews.com – Sejak menempati gedung bari diwilayah Mengwi, Kejaksaan Negeri Badung untuk pertama kalinya melakukan pemusnahan barang bukti  ( BB) hasil kejahatan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap. Pemusnahan berlangsung dihalaman Kejari Badung, Rabu ( 20/2/2019).

Jenis BB yang dimusnahkan antara lain; narkona jenis kokain maupun sabu-sabu, senjata tajam dan puluhan telepon genggam hasil kejahatan di wilayah hukum setempat selama Mei hingga Desember 2018.

“Semua barang bukti yang dimusnahkan ini sudah diputus dan memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) dari pengadilan dari total 57 perkara yang ditangani Kejaksaan Badung,” kata Kejari Badung, Sunarko.

Baca Juga: 

Lanjutnya, bahwa tujuan dilakukannya pemusnahan barang bukti ini, karena Kejari Badung mengalami keterbatasan tempat untuk penyimpanan  barang bukti. Katanya untuk tempat penyimpananya harus spesifik dan tempat penyimpanannya harus di ruang khusus.

“Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya terjadi hal yang tidak diinginkan. Karena pemegang kunci barang bukti ini hanya dipegang beberapa orang, jadi misalnya saat akan membuka barang bukti ini semua yang memegang kunci ini harus ada ditempat. Saya pun setiap seminggu sekali juga melakukan pengecekan barang bukti,” akunya.

Pihaknya melakukan upaya ini, guna mencegah adanya barang bukti disalahgunakan atau tidak sesuai SOP yang dikehendaki. Sehingga barang bukti yang disita penyidik yang disimpan kejaksaan sesuai dengan yang aslinya.

Untuk barang bukti yang hari ini dimusnahkan, disebutkan Sunarko ada narkoba jenis Kokain sebanyak 1.957,7 gram, 671 gram sabu-sabu, 121 butir pil ekstasi, 61,12 gram ganja dan empat senjata tajam serta puluhan telepon genggam.

“Menurut saya narkoba ini tidak ada nilainya, karea ini bukan barang dagangan dan ini merupakan racun karena dapat merusak bagi yang menggunakan. Kalau saya sebut harga barang ini nilainya berapa dengan uang, maka orang akan tertarik menjual barang terlarang ini,” curahnya.

Untuk tren peredaran narkoba di Badung sejak Mei-Desember 2018, kata Sunarko, memang terjadi pasang surut. Namun, untuk jumlah perkara memang terjadi kenaikan sedikit setiap tahunnya.

“Untuk barang bukti yang dimusnahkan ini, rata-rata sama antara milik warga asing dan lokal. Namun, saat ini masyarakat lokal kita juga banyak,” katanya.

Untuk perkara yang belum memiliki kekuatan hukum tetap, lanjut Sunarko, barang bukti yang masih diamankan kejaksaan rencananya akan dimusnahkan sebelum atau sesudah Hari Raya Lebaran dalam waktu dekat. ( bud/bas/tim/bpn)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here