NEGARA, balipuspanews.com- Proses belajar mengajar di SD 6 Pendem, Jembrana sempat terganggu karena dua ruang kelas di sekolah itu rusak. Kerusakanya yakni
pada sekat ruangan, pintu dan kusennya.
Di SDN 6 Pendem ada dua gedung dengan empat ruangan setiap gedung. Dari delapan ruangan yang ada, dua ruangan digunakan ruang guru dan ruang administrasi sekolah sekaligus kepala sekolah dan enam ruangnya untuk belajar mengajar.
Namun dari enam ruang kelas itu dua ruangan kurang layak untuk digunakan. Sehingga jumlah ruang kelas yang dimiliki tidak sebanding dengan jumlah siswa. Agar proses belajar mengajar berjalan efektif sementara siswa kelas III, IV dan V mulai belajar pukul 10.00 Wita setelah siswa kelas I dan II pulang.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas) I Nyoman Wenten, Rabu (25/9) usai melakukan pengecekan mengatakan ruang kelas yang rusak sudah diperbaiki, karena yang rusak hanya sketselnya saja.
Juga dilakukan bersih-bersih lantaran ruang kelas kotor.
“Yang rusak hanya sketsel penyekat ruangan. Tadi siang sudah diperbaiki. Ruang kelasnya juga sudah dibersihkan. Mulai besok semua siswa sekolah pagi seperti biasa” ujarnya.
Wenten mengatakan tahun anggaran 2019 ini ada 17 sekolah yang diperbaiki, sedangkan yang belum akan dianggarkan tahun berikutnya, karena dalam program perbaikan sekolah ini melihat aspek prioritas. Dan khusus untuk SDN 6 Pendem perbaikan akan dilakukan tahun 2020 mendatang.
“Perbaikan sesuai dengan tingkat kerusakan. Sekolah yang diperbaiki sekolah yang katagori rusak parah,” tandasnya.
Wenten membantah ada siswa yang belajar di luar kelas karena itu bukan kegiatan belajar mengajar reguler. Namun merupakan kegiatan belajar biasa yang biasa dilakukan agar siswa tidak jenuh belajar di dalam ruang kelas.
“Untuk pembelajaran kontekstual dan joyful learning tidak mesti di dalam kelas agar siswa tidak jenuh. Bisa dilakukan diluar kelas dan silahkan sekolah berinovasi,” pungkasnya. (nm/bpn/tim)



