Kemendukbangga Gelar Sosialisasi Pengasuhan Anak Usia Dini Secara Daring dan Youtube

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Untuk meningkatkan tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) perempuan guna mendorong kapitalisasi Bonus Demografi, penyediaan fasilitas tempat penitipan anak adalah hal yang strategis.

Sejalan dengan hal tersebut, untuk meningkatkan kapasitas fasilitator pengasuhan anak usia dini (AUD) di kelas-kelas pengasuhan seperti Bina Keluarga Balita (BKB), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), dan layanan sejenis lainnya, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) menyelenggarakan Sosialisasi Standardisasi Kompetensi Fasilitator Pengasuhan Anak Usia Dini Tingkat Purwa Tahun 2025, secara secara daring melalui Zoom dan Youtube kemendukbangga bkkbn.

“Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN berkomitmen untuk memastikan TPA (Tempat Penitipan Anak) mendapatkan pendampingan pengasuhan yang baik sesuai dengan yang telah ditetapkan di dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN Tahun 2025-2029,” ujar Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Sekretaris Utama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Prof. Budi Setiyono, (15/9).

Prof. Budi menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk dukungan Kemendukbangga/BKKBN dalam mewujudkan Generasi Emas melalui Asta Cita ke-4, yakni memperkuat sumber daya manusia dan Asta Cita ke-6, pembangunan dari desa yang didukung oleh program keluarga berbasis siklus hidup.

BACA :  Perlu Basis DTSEN Representatif dan Afirmasi di Daerah 3T

Mitra kerja Kemendukbangga/BKKBN, Education Specialist UNICEF Indonesia, Nugroho Indra Warman juga menyampaikan dukungan terkait standardisasi fasilitator pengasuhan AUD, “Untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan, investasi pada anak, khususnya anak usia 0-6 tahun, sangatlah penting. Ada banyak bukti, bahwa perkembangan anak usia dini memang merupakan salah satu investasi modal manusia yang paling hemat biaya. Investasi pada tahun-tahun awal dapat menghasilkan tingkat pengembalian tertinggi, baik itu bagi keluarga, masyarakat, maupun negara.”

Fasilitator pengasuhan AUD pada kegiatan ini dibekali dengan kompetensi yang mencakup dua aspek utama, yaitu kompetensi dasar yang meliputi kebijakan, advokasi, komunikasi, pencatatan dan pelaporan, serta rujukan. Aspek lain adalah kompetensi teknis yang melingkupi kesehatan, kecukupan gizi, pengasuhan responsif, stimulasi dini, serta keamanan dan keselamatan anak usia dini yang pada pelatihan ini disampaikan oleh para pakar mitra kerja Kemendukbangga/BKKBN.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular