Denpasar, balipuspanews.com -Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, merespon cepat permintaan Komisi I DPRD Provinsi Bali agar mengeluarkan himbauan kepada lembaga penyiaran, baik radio maupun televisi, untuk menghentikan siaran pada Hari Raya Nyepi di Bali tanggal 28 Maret mendatang. Respon tersebut ditandai dengan terbitnya Surat Edaran (SE) Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2017.
SE Tentang Himbauan Tidak Bersiaran (On Air) Pada Hari Raya Nyepi Tahun 2017 di Wilayah Provinsi Bali, itu diterbitkan tanggal 24 Maret 2017. SE tersebut ditandatangani Direktur Penyiaran Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia Geryantika Kurnia.
Menariknya, SE ini diterbitkan Kementerian Komunikasi dan Informatika, hanya berselang sehari setelah Komisi I DPRD Provinsi Bali, Dinas Kominfo Provinsi Bali dan KPI Bali menemui pihak kementrian di Jakarta. Hal inipun langsung diapresiasi oleh Ketua Komisi I DPRD Provinsi Bali Ketut Tama Tenaya.
“Kami baru saja terima tembusan Surat Edaran dari Kementerian Kominfo tentang himbauan larangan siaran selama Hari Raya Nyepi di Bali. Kita apresiasi, karena aspirasi kita dari Bali direspon cepat Kementerian Kominfo,” kata Tama Tenaya, di Denpasar, Jumat (24/3).
Dalam SE tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika menghimbau seluruh lembaga penyiaran di Bali, untuk menghentikan siaran selama perayaan Hari Raya Nyepi, mulai 28 Maret Pukul 06.00 Wita sampai dengan 29 Maret Pukul 06.00 Wita. Disebutkan, SE itu diterbitkan setelah mempertimbangkan masukan DPRD Provinsi Bali, Pemprov Bali dan KPI Bali.
“Kita minta seluruh lembaga penyiaran agar menghormati Surat Edaran ini, sehingga kita di Bali dapat melaksanakan ibadah Nyepi dengan khusyuk,” pungkas Tama Tenaya.



