Ketahanan Nasional Prasyarat Indonesia Emas 2045

- Advertisement -
- Advertisement -

JAKARTA, balipuspanews.com – Ketahanan nasional adalah prasyarat utama mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Dengan memperkuat fondasi ini, bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai tantangan yang ada, sekaligus memanfaatkan peluang besar yang dimiliki bangsa.

Anggota DPD RI Aanya Rina Casmayanti mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan tahun mendatang sebagai momentum memperkuat persatuan, stabilitas, dan komitmen menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan bermartabat. Bersama, kita bisa mencapai cita-cita Indonesia Emas 2045.

“Langkah pertama dan yang paling utama adalah membangun ketahanan nasional sebagai pondasi Indonesia Emas 2045. Sebagai negara dengan keberagaman dan dinamika global yang tinggi, Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan yang menguji stabilitas dan persatuan bangsa,” ucap Aanya dalam siaran persnya, Rabu (1/1/2025).

Menurutnya visi Indonesia Emas 2045 adalah tujuan bersama, untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju yang berdaulat, adil, dan makmur. Namun, untuk mewujudkan visi tersebut, ketahanan nasional harus diletakkan sebagai prioritas utama.

“Tanpa ketahanan nasional yang kokoh, ancaman terhadap kedaulatan, persatuan, dan pembangunan bangsa dapat menggagalkan cita-cita besar kita,” imbuhnya.

BACA :  Komisi III DPR Dukung Proses Hukum Pelaku Eksploitasi Anak Ikut Demo 27 Agustus

Dia menjelaskan ketahanan nasional adalah kemampuan suatu bangsa untuk menghadapi ancaman internal dan eksternal, baik di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, maupun keamanan.

Aanya mengatakan ada beberapa pilar ketahanan nasional yang perlu menjadi perhatian kita bersama. Pertama, Ketahanan Ideologi Pancasila sebagai dasar negara harus terus dijaga dari ancaman ideologi transnasional yang dapat merusak persatuan bangsa. Upaya penguatan ideologi ini perlu dimulai dari pendidikan hingga kebijakan yang inklusif.

Kedua, ketahanan ekonomi. Ketahanan ekonomi menjadi penopang utama menuju Indonesia Emas 2045. Penguatan sektor strategis, ketahanan pangan, dan kemandirian energi menjadi prioritas yang harus diwujudkan melalui kebijakan yang berkelanjutan.

Ketiga, ketahanan sosial-budaya. Yaitu keberagaman budaya adalah kekayaan bangsa yang harus dirawat dengan sikap toleransi dan penghormatan terhadap perbedaan. Ketahanan sosial-budaya yang kuat menjadi tameng dari ancaman disintegrasi.

Keempat, ketahanan keamanan. Aanya mengatakan stabilitas keamanan di tingkat lokal dan nasional harus terus dijaga, termasuk menghadapi ancaman keamanan nontradisional seperti kejahatan siber yang kian meningkat.

BACA :  Wamen PKP Nilai Positif Kritik dari Partai Koalisi Pemerintah

Tantangan dan Peluang

Aanya menjelaskan dalam perjalanan menuju Indonesia Emas 2045, kita tidak bisa menutup mata terhadap tantangan yang ada. Ketimpangan ekonomi antardaerah, ancaman polarisasi politik, serta dampak globalisasi menjadi tantangan besar yang memerlukan solusi strategis. Namun, Indonesia juga memiliki modal besar berupa bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, dan posisi strategis di kancah internasional.

“Sebagai Anggota Komite 1 DPD RI yang membidangi pemerintahan daerah, otonomi daerah, dan ketahanan nasional, saya menilai bahwa beberapa langkah strategis perlu dilakukan untuk memperkuat ketahanan nasional,” tegasnya.

Pertama, penguatan pendidikan berbasis kebangsaan. Yaitu pendidikan harus menjadi sarana menanamkan nilai-nilai Pancasila, cinta tanah air, dan wawasan kebangsaan kepada generasi muda.

Kedua, pengembangan teknologi dan inovasi. Pemerintah harus mendorong penguasaan teknologi untuk memperkuat daya saing nasional, terutama di sektor strategis seperti energi dan pangan.

Ketiga, sinergi pemerintah pusat dan daerah. Ketahanan nasional harus diwujudkan melalui kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani isu-isu strategis, termasuk pengelolaan sumber daya dan keamanan wilayah.

BACA :  Diduga Mau Melukat, Perempuan asal Sukawati Ditemukan MD di Pantai Purnama Gianyar

Keempat, peningkatan partisipasi masyarakat. Aanya menjelaskan ketahanan nasional bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama.

“Kesadaran kolektif untuk menjaga persatuan bangsa harus terus dibangun melalui berbagai program dan inisiatif masyarakat,” tegas Aanya.

Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular