BULELENG, balipuspanews.com – Usai kluster upacara adat dan kluster keluarga marak terjadi di Kabupaten Buleleng. Kini kluster perbankan justru muncul dalam penambahan pasien terkonfirmasi terpapar Covid-19, Jumat (05/02/2021).
Kluster itu terjadi di salah satu bank ternama yang ada di Jalan Ngurah Rai, Singaraja dengan jumlah 9 orang terkonfirmasi.
Sekretaris Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa menjelaskan kali ini pasien terkonfirmasi baru mencapai angka 28 orang.
Dari angka itu sejumlah 9 orang terpapar di salah satu bank yang ada di Jalan Ngurah Rai Singaraja sebanyak 7 orang staf pegawai dan 2 orang merupakan keluarga dari staf yang ikut terpapar.
“Itu didapat dari kontak erat kasus sebelumnya ada satu staf yang positif kemudian di tracing lalu muncul jadi 7 orang dan dua dari keluarga salah satu staf jadi ada 9,” jelasnya.
Seluruh staf yang terpapar tidak lain merupakan hasil tracing dari salah satu staf yang terpapar terlebih dahulu.
Kemudian saat disinggung soal penutupan, Suyasa menegaskan bahwa saat ini satgas telah melakukan koordinasi agar nantinya ditempat atau ruangan yang ada di bank itu dilakukan pembatasan guna mencegah munculnya kasus baru. Sebab sebelumnya sudah setelah dari ketujuh staf yang terpapar hingga bisa kena ke keluarga staf tersebut.
“Saat ini pak kasat masih kordinasi dengan pimpinan kantornya supaya bisa membatasi aktifitas di ruangan,” imbuhnya.
Sementara itu Koordinator Bidang Data dan Informasi Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Buleleng I Ketut Suweca memaparkan terkait data update covid-19, Jumat (05/02/2021), terdapat 21 pasien terkonfirmasi positif telah dinyatakan sembuh dan terdapat angka konfirmasi baru 28 orang.
Pasien sembuh terdiri dari 9 orang dari Kecamatan Buleleng, 6 orang dari Kecamatn Sukasada, 3 orang dari Kecamatan Kubutambahan, dan masing-masing 1 orang dari Kecamatan Sawan, Kecamatan Gerokgak, dan Kecamatan Seririt.
Sedangkan terkait angka terkonfirmasi baru 8 orang berasal dari Kecamatan Buleleng, 7 orang berasal dari Kecamatan Gerokgak, masing-masing 2 orang dari Kecamatan Banjar, Sawan, dan Seririt, serta 1 orang dari Kecamatan Tejakula.
Tak hanya itu, Suweca juga menyampaikan kasus konfirmasi dalam perawatan sebanyak 139 orang yang meliputi RSUD Buleleng 27 orang, RS Bali Med 4 orang, RS Karya Dharma Usada 28 orang, RS Kerta Usada 17 orang, RS Santhi Graha 2 orang, RS Paramasidhi 1 orang, RS Tentara 5 orang, RS Puri Raharja 1 orang, RS Sanglah 2 orang, Hotel Bali Beach 11 orang, RS Bali Mandara 2 orang, Prime Praza 2 orang, Hotel Ibis 2 orang, Hotel Berry Glee 10 orang, dan isolasi mandiri 25 orang
Disisi lain kasus konfirmasi kumulatif di Buleleng sebanyak 1.839 orang dengan rincian sembuh sebanyak 1.619 orang, kasus meninggal sebanyak 81 orang, sedang dirawat di Buleleng sebanyak 109 orang dan dirawat di luar Buleleng sebanyak 30 orang.
Data lainnya, kasus suspek kumulatif di Buleleng sebanyak 2.100 orang dengan rincian suspek konfirmasi 817 orang, discarded 1.163 orang, suspek masih dipantau 58 orang, dan probable 62 orang.
Berikutnya kontak erat kumulatif di Buleleng sebanyak 10.450 orang dengan rincian kontak erat konfirmasi sebanyak 794 orang, discarded sebanyak 9.007 orang, karantina mandiri sebanyak 314 orang dan kontak erat menjadi suspek sebanyak 335 orang.
Sedangkan kasus konfirmasi non suspek atau kontak erat tetap sebanyak 226 orang dan Kasus pelaku perjalanan terkonfirmasi sebanyak 2 orang.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



