JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengungkapkan salah satu hasil penelitian menyebutkan bahwa potensi kecurangan pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 lebih tinggi dibandingkan dengan Pemilu sebelumnya.
Bahkan pejabat kepala daerah hingga kepala desa dianggap paling berpotensi melakukan kecurangan dengan menggunakan pengaruhnya untuk mengarahkan pemilih ke pasangan calon tertentu.
Untuk itu, Bamsoet mendesak lembaga penyelenggara Pemilu melakukan investigasi untuk mencegah potensi kecurangan Pemilu yang dilakukan oleh para pihak berkuasa.
“Meminta Komisi Pemilihan Umum/KPU dan Badan Pengawas Pemilu/Bawaslu untuk menjadikan hasil penelitian menyangkut kecurangan pada Pemilu 2024 sebagai dasar melakukan investigasi kepada pihak yang disebutkan dalam penelitian, agar Pemilu 2024 bisa berjalan sesuai dengan asas Pemilu, yakni Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil atau Luber-Jurdil,” ucap Bamsoet dalam keterangannya, Senin (8/1/2024).
Ia meminta KPU bersama Bawaslu secara tegas memberikan sanksi kepada pelaku kecurangan, serta menjelaskan modus operandi pelaku kepada masyarakat, sehingga, celah atau potensi kecurangan tersebut dapat diminimalisir secara maksimal.
“Meminta KPU dan Bawaslu memetakan seluruh provinsi yang memiliki potensi tingkat kerawanan tinggi kecurangan pemilu, seperti antara lain Jawa Barat, Sumatra Utara, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Timur, Bali, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo, agar bisa dilakukan peningkatan pengawasan, serta mengajak publik untuk turut berpartisipasi mengawal dan memantau proses pemilu, guna memperkecil potensi kecurangan,” tegas Bamsoet.
Ia juga meminta KPU dan Bawaslu tidak berafiliasi dengan salah satu calon, dan jujur, adil, serta tegas dalam melakukan upaya preventif yang bisa mencegah berbagai potensi kecurangan pemilu.
“Seperti bocornya daftar pemilih, persoalan surat suara di luar negeri, simulasi menggunakan kertas suara dua pasangan calon/paslon, dan memastikan upaya-upaya dilakukan secara optimal, dikarenakan Pemilu 2024 akan dilaksanakan dalam kurun waktu yang tidak lama lagi,” pungkas Bamsoet.
Penulis : Hardianto
Editor : Oka Suryawan



