Kuliner Tradisional Khas Buleleng Berhasil Tarik Lidah Wisatawan di Lovfest 2023

- Advertisement -
- Advertisement -

BULELENG, balipuspanews.com – Sejumlah kuliner tradisional khas Buleleng berhasil menarik wisatawan yang berkunjung ke acara Lovina Festival (Lovfest) 2023 untuk mencicipi sampai membungkusnya untuk di bawa ke hotel untuk dimakan.

Terpantau, sejumlah wisatawan mancanegara (Wisman) begitu antusias membeli masakan tradisional khas Buleleng yang dijajakan pada sejumlah stand kuliner binaan Dinas DagperinkopUKM Buleleng. Salah satunya adalah Alena Moréno asal Prancis.

Ia mengaku hadir ke Lovfest 2023 pada hari terakhir kunjungannya, Alena menyempatkan diri untuk membeli bubur mengguh dan blayag khas Tejakula. Bahkan dirinya sampai membungkus untuk dibawa pulang, sebab ini merupakan pertama kali dirinya membeli makanan tersebut.

“Aku pernah mencoba nasi goreng dan gado-gado. Kalau kuliner khas Bali sih, pernah makan pepes tuna. Tapi yang ini baru kali ini dan aku bungkus juga buat dinikmati di hotel,” ujar Alena.

Bumbu masakan khas Bali pada umumnya mengandung bumbu yang kuat dan rasa yang pedas. Namun, Alena mengaku tidak takut mencobanya. Malah, dirinya merupakan penggemar masakan pedas.

BACA :  Komisi III DPR Dukung Proses Hukum Pelaku Eksploitasi Anak Ikut Demo 27 Agustus

“Masakan Bali sangat enak, rasanya pas, tidak terlalu kering, seperti pepes itu aku memakannya juga dengan nasi,” imbuhnya.

Kesan tersebut bahkan membuatnya ingin melakukan hal serupa saat kunjungan berikutnya. Bahkan Alena ingin mencoba memasak-masakan Bali sendiri dan dirinya mempertimbangkan untuk mengambil kelas memasak.

“Aku akan ikut kelas memasak, aku akan mencoba banyak bumbu, rempah-rempah, memasaknya dengan nasi dan ayam,” pungkas Alena.

Disisi lain, hal serupa juga disampaikan oleh Hector Cuenca, wisman asal Spanyol ini mengaku, jika ada seseorang yang menanyakan makanan apakah yang paling disukainya di Bali, maka itu pertanyaan yang sangat sulit dijawab karena Hector menyukai semuanya.

“Aku suka masakan Bali karena cenderung sangat pedas, mungkin kebanyakan orang barat tidak kuat memakan makanan pedas, tetapi aku menyukainya,” jelas Hector.

Pengalaman yang menyenangkan Hector rasakan setiap mengunjungi pedagang kuliner lokal. Dirinya menyukai konsep penyajian lauk dan sayuran yang disajikan seluruhnya, sehingga ia dapat memilih lauk favoritnya atau mencoba yang baru.

BACA :  ‎Ditinggal Usai Bakar Sampah, Rumah Pensiunan Guru di Ambengan Ludes Terbakar

Sementara itu, salah satu pengusaha kuliner Nyoman Sudi Paharta asal Desa Tejakula mengatakan dirinya menjual masakan khas daerahnya yaitu blayag dan mengguh ditemani keluarganya.

Pada Lovfest 2023 Ia berkesempatan berjualan pada lapak UMKM kuliner tradisional binaan Dinas DagperinkopUKM Buleleng dan mengaku ada beberapa wisman yang bebelanja di tempatnya.

“Lumayan, saya mengikuti 1 hari full kegiatan di sini kemarin pada hari pertama, ada sekitar 8 orang wisman yang membeli di kami, hari kedua ini juga ada beberapa,” ungkapnya.

Menurut pengamatan Sudi, kebanyakan dari wisman itu belum pernah mencoba makanan khas Tejakula seperti yang dirinya jajakan. Namun, karena penyajiannya yang unik, mereka tertarik untuk memesannya.

“Mereka melihat mungkin kan, makanannya di sini unik karena organik dan dibungkus dengan daun,” imbuh Sudi.

Melihat banyak wisman yang antusias terhadap makanan tradisional seperti yang dirinya jajakan, Sudi berharap masakan tradisional khas Desa Tejakula dapat dikenal lebih luas lagi.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular