Senin, Juli 22, 2024
BerandaBulelengLihadnyana Optimis Pendapatan Buleleng Meningkat pada APBD Perubahan 2022

Lihadnyana Optimis Pendapatan Buleleng Meningkat pada APBD Perubahan 2022

BULELENG, balipuspanews.com– Penjabat Bupati Buleleng, I Ketut Lihadnyana optimis pendapatan Kabupaten Buleleng bisa meningkat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun anggaran 2022. Pendapatan yang meningkat tersebut,- menurutnya sudah diperhitungkan secara detail.

Hal tersebut diungkap Lihadnyana saat ditemui usai mengikuti Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Buleleng, dengan agenda penandatanganan Nota Kesepakatan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Perubahan Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran (TA) 2022, dan Penyampaian Nota Pengantar Bupati atas Ranperda Tentang Perubahan APBD TA 2022, Kamis (15/9/2022).

Lihadnyana memaparkan bahwa meskipun APBD sejatinya bersifat asumsi, tetapi pendekatan yang digunakan haruslah realistis. Peningkatan pendapatan dalam APBD Perubahan 2022 pun telah diperhitungkan dan optimis akan mampu dicapai.

Dirinya juga menyebutkan peningkatan pendapatan tersebut bisa didapatkan dari sumber-sumber pembiayaan, dari transfer, serta aset-aset Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang bisa menopang membiayai pembangunan di Buleleng.

“Kita optimis bisa mencapai pendapatan itu. Karena diakhir tahun anggaran ini kita harapkan ada balancing antara pendapatan dan belanja,” terangnya.

BACA :  Empat Desa di Kecamatan Abang Nyepi Adat, Setiap Perempatan Dijaga Ketat Pecalang

Lihadnyana dalam sambutannya menyebut bahwa untuk pendapatan daerah Kabupaten Buleleng dalam rancangan perubahan APBD TA 2022, dirancang mengalami peningkatan sebesar Rp 69,35 miliar rupiah. Jumlah tersebut 3,3 persen lebih tinggi, dari APBD Induk yang jumlahnya sebesar Rp 2,07 triliun rupiah lebih.

Sehingga pendapatan diproyeksikan menjadi sebesar Rp 2,14 triliun rupiah lebih. Sumber pendapatan tersebut terdiri dari dua kelompok, yakni Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Pendapatan Transfer.

“PAD dirancang mengalami peningkatan sebesar Rp 35,5 miliar rupiah lebih atau Rp 8,45 persen dari APBD induk. Sedangkan pendapatan transfer dirancang mengalami peningkatan sebesar Rp 33,84 miliar rupiah lebih atau Rp 2,04 persen dari APBD induk,” sebutnya.

Sementara belanja daerah dalam rancangan perubahan APBD TA 2022 dirancang mengalami peningkatan sebesar Rp 76,5 miliar rupiah lebih. Jumlah tersebut naik 3,59 persen dari APBD Indu, yakni Rp 2,12 triliun rupiah lebih menjadi Rp 2,2 triliun rupiah lebih.

Belanja daerah dirancang terbagi menjadi empat komponen. Belanja operasi dirancang meningkat sebesar Rp 88,28 miliar rupiah lebih atau Rp 5,23 persen dari APBD induk. Sedangkan belanja transfer dirancang tidak berubah, tetap sebesar Rp 250,62 miliar rupiah lebih,

BACA :  Diduga Terlilit Tali Layangan, Helikopter Jatuh di Desa Pecatu

“Belanja modal dan belanja tidak terduga dirancang menurun. Belanja modal dirancang menurun sebesar Rp 8,7 miliar rupiah lebih atau 4,84 persen dari APBD induk. Sementara belanja tidak terduga dirancang menurun Rp 3,07 miliar rupiah lebih atau 33,19 persen dari APBD induk,” papar Lihadnyana.

Penulis: Nyoman Darma

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular