Jumat, Juni 14, 2024
BerandaDenpasarLiterasi Manfaat dan Risiko Pinjaman Online

Literasi Manfaat dan Risiko Pinjaman Online

DENPASAR, balipuspanews.com – Maraknya menyebarnya pinjaman online di masyarakat sehingga banyak masyarakat menjadi korban, yang berujung terlilit hutang akibat ketidakpahamannya dan terlalu cepat untuk mengambil keputusan untuk melalukan pinjaman tanpa mengetahui mekanisme secara detail.

Guna meningkatkan literasi akan manfaat dan risiko layanan fintech peer-to-peer lending (P2P lending) atau yang kerap dikenal dengan pinjaman online (pinjol) di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud) menyelenggarakan Seminar bertajuk OJK Goes to Bali 2022 di Aula Gedung BH Kampus FEB Unud Sudirman Denpasar, belum lama ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan peran dan manfaat dari penggunaan pinjol kepada masyarakat (khususnya Mahasiswa dan pelaku UMKM), mengenalkan bahaya pinjol illegal, menjelaskan peran OJK dalam mengatur dan mengawasi industri pinjol, dan mendorong peningkatan inklusi keuangan di Indonesia.

Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Regional 8 Bali-Nusra, Ananda R. Mooy, menyatakan, perkembangan zaman dan teknologi yang kian masif membuat institusi keuangan berlomba melakukan inovasi pada produk keuangannya. Salah satu produk inovasi layanan keuangan yang ditawarkan adalah layanan pinjol.

BACA :  Mahendra Jaya Paparkan Pola Pemprov Tangani Kemiskinan di Bali

Mooy menambahkan, kebutuhan layanan keuangan untuk masyarakat terbagi menjadi dua kategori yaitu produktif dan konsumtif. Layanan keuangan bagi sektor produktif adalah layanan keuangan yang ditunjukan untuk kegiatan pengembangan usaha, umumnya usaha dalam skala UMKM.

Sedangkan layanan keuangan bagi sektor konsumtif adalah layanan keuangan yang ditunjukan untuk kebutuhan keuangan sehari-hari, seperti kebutuhan membeli barang-barang konsumtif.

Sementara Wakil Dekan Bidang Akademik dan Perencanaan (Wakil Dekan I) FEB Unud, Dr. Ida Bagus Putu Purbadharmaja, S.E., M.E., menyatakan, seminar ini merupakan bentuk implementasi kerja sama antara OJK dan FEB Unud.

OJK memberikan kontribusi nyata berupa seminar yang sangat penting untuk diperoleh masyarakat umum, khususnya para Mahasiswa dan pelaku UMKM.

Seminar ini diisi oleh Tris Yulianta (Direktur Pengaturan, Perizinan dan Pengawasan Fintech OJK); Tongam L. Tobing (Ketua Satgas 18 Waspada Investasi); Kuseryansyah (Direktur Eksekutif Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia AFPI); Putu Agus Ardiana (Dosen FEB Unud) & Moderator Ni Putu Ayu Darmayanti, SE. MM.

Sumber: www.unud.ac.id

BACA :  Tim Labfor dan Polresta Masih Kumpulkan Bukti Kebakaran Gudang Gas Elpiji

Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular